Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Barus: Zona Ekonomi Pertama Andunisi?

Sabtu 18 Sep 2021 14:30 WIB

Red: Muhammad Subarkah

1.300 tahun lalu dinar-dirham dipakai untuk transaksi di Desa Jago-Jago Sumut.

1.300 tahun lalu dinar-dirham dipakai untuk transaksi di Desa Jago-Jago Sumut.

Foto: Republika.co.id
Klaim Islam dibawa dari gujarat itu karya teolog Belanda De Graf

REPUBLIKA.CO.ID,

Buku Geographia yang ditulis Claudius Ptelomeus 161 M memuat lampiran peta dunia. Di peta itu terdapat Barus yang dieja Burusai. Metode penulisan yang dipakai Ptelemeus dengan mewawancara pelayar yang mangkal di Venice kemudian Ptelemeus ke Alexandria, Egypt (Mesir). Dalam koleksi Egyptian litho terdapat lukisan pelayar Andunisi (sebutan lama wilayah nusantara atau Indonesia,ed) juga ke Egypt. Susahnya, litho Egypt tanpa time line (garis waktu).

Barus itu zona ekonomi pertama di Indonesia ang terkenal dengan perdagangan kapur barus.  Bangsa Egypt sudah ke Barus pada jaman Rameses II medio XIII SM di saat mana Egypt mulai balsem jenasah yang bahan utamanya barus. Barus cuma di Indonesia dunisi. Sampai ke-5 M Barus masih menjadi akses utama ke Sumatera. Bahkan Queen of Sheba Axumite II M merapat di Barus untuk menjelalahi Sumatera (see: Giovanni XV M, Raffles XIX M).

Pada VI M muncul zona ekonomi Lamuri di Aceh yang berdagang rempah-rempah di pantai timur Sumatera. Lamuri Aceh sudah dikenal bangsa Egypt pada era sebelum Masehi. Pulau We di utara Aceh berasal dari kata seru Egypt: We, yang bermakna kagum.

Pada ke 11 dan 12 M muncul di Aceh power system Samudra Pasai yang berada di selatan Lamuri. 

Barus di Tapanuli Tengah. Pergerakan Islam dari sini ke selatan sampai ranah Minang. Pada ke 17 M Islam sudah di Minangkabau. Kerajaan Paga Ruyung berdiri 12/12 M. Pada time frame yang sama dengan Samudra Pasai. Keduanya kerajaan Muslim. Kerajaan muslim Tidore juga abad yang sama.  Begitu pun Luwu dan Sunda.

Paga Ruyung ekspor kopi via Barus. Ini berlaku sampai meletusnya Perang Padri 1821-1837. Sebelumnya jalur ekonomi Paga Ruyung juga menyisir selatan menuju tambang emas Rejang Lebong. Paga Ruyung juga miliki tambang emas di bukit Opir Pasaman. Tapi depositnya kalah dengan Rejang. 

Jalur niaga Lamuri,  kemudian Samudra Pasai,  pastilah melintas Kedah. Maka menjadi hyphotetis bahwa agama (Islam) dan peradaban juga bahasa mesti melintas jalur econ dimana ada zona ekonomi. Variabel ekonomi tak boleh diabaikan dalam mengkaji persebaran agama (Islam).

Berdasarkan hypothesis ini mestilah ditolak klaim Islam masuk Indonesia dibawa org Gujarat. Dengan  Gujarat tak ada jalur ekonomi, apatah pula mereka wilayah yang pendudukanya penuh dengan fuqara wak masakin di 13 M itu, abad yang diklaim teolog de Graaf sebagai time frame orang Gujarat sebar Islam di sini.  

Tiongkok sebar Islam disini? Dari jalur bahasa apalagi peradaban tak ketemu. Apatah pula ekonominya? 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA