Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

TNI Telah Evakuasi Sejumlah Nakes Korban KKB di Kiwirok

Sabtu 18 Sep 2021 10:18 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ilham Tirta

Prajurit TNI AD menggotong tenaga kesehatan (Nakes) korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) usai dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI AD di Lapangan Frans Kaisepo Makodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura.

Prajurit TNI AD menggotong tenaga kesehatan (Nakes) korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) usai dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI AD di Lapangan Frans Kaisepo Makodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura.

Foto: ANTARA FOTO/Indrayadi TH
TNI perintahkan tangkap KKB dalam keadaan hidup atau mati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koopsgab TNI Papua telah mengevakuasi sembilan dari 11 tenaga kesehatan (nakes) dan satu anggota TNI yang selamat dari insiden penembakan Kelompok Separatis Teroris (KST) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Mereka dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut, Jumat (17/9).

"Kita berhasil mengevakuasi 10 orang terdiri dari satu prajurit TNI yang mengalami luka tembak dan sembilan tenaga kesehatan, yaitu satu dokter, tiga perawat wanita dan lima mantri,” kata Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Bambang Trisnohadi dalam keterangannya.

Selain itu, Bambang mengungkapkan, satu korban lainnya bernama Suster Gabriella Meilani yang diketahui meninggal dunia juga akan segera dievakuasi dari Distrik Kiwirok. Dia menuturkan, proses evakuasi para nakes itu seharusnya dilakukan pada Rabu (16/9). Namun, pelaksanaannya sempat tertunda lantaran lokasi para nakes itu berada di jurang yang terjal dan cuaca buruk.

“Sehingga proses evakuasi 10 orang baru dapat dilaksanakan hari Jumat (17/9),” jelasnya.

Lebih lanjut, Bambang menegaskan, saat ini Kodam XVII/Cenderawasih telah mengirimkan tambahan pasukan untuk melaksanakan pengamanaan serta pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) tersebut di wilayah Distrik Kiwirok dan sekitarnya. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono telah memberikan perintah agar personel TNI yang berada di Distrik Kiwirok Kompleks untuk melaksanakan pengejaran.

"Penangkapan dilakukan baik hidup ataupun mati terhadap para pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” kata Bambang.

Di sisi lain, Kasdam XVII/Cenderawasih juga menyampaikan duka yang mendalam dan rasa prihatin atas tindakan yang dilakukan oleh KST. Menurut dia, tindakan KST sudah di luar batas kemanusiaan.

“Dan kejadian ini merupakan bukti nyata dan tidak terbantahkan kalau selama ini mereka memutarbalikkan fakta atas kejadian-kejadian yang ada di Provinsi Papua,” ucap Kasdam.

Menurut dia, para nakes itu sudah mengabdikan diri, meninggalkan keluarga untuk bertugas di daerah terpencil dalam rangka melayani, membantu dan merawat masyarakat yang sakit. Namun, para KST justru menjadi mereka sasaran.

Satgas TNI terlibat kontak senjata dengan KKB Ngalum Kupel di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Senin (13/9). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIT. Insiden itu pun mengakibatkan sejumlah fasilitas umum, seperti puskemas rusak dan hangus dibakar anggota KKB tersebut.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom mengatakan, pihaknya bertanggung jawab atas insiden baku tembak dengan TNI dan pembakaran sejumlah fasilitas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. "Pimpinan dan pasukan TPNPB-OPM, Kodap 15 Ngalum Kupel Bridgen Lamek Taplo serta pasukannya bertanggung jawab," kata Sebby.

Sebby juga mengaku, satu anggota TPNPB-OPM Ngalum Kupel bernama Elly Bidana (35 tahun) meninggal dunia dalam kontak senjata tersebut. Sementara itu, dua orang anggota yang lainnya mengalami luka ringan. "Ya benar, satu anggota TPNPB-OPM Kodap Ngalum Kupel gugur dalam pertempuran," ungkapnya.

Oleh Karena itu, sambung Sebby, pihaknya meminta pemerintah Indonesia agar segera menghentikan semua program pembangunan yang dilakukan di Papua. "Dan pemerintah Indonesia bersedia duduk di meja perundingan dengan juru-juru runding bangsa Papua yang dipimpin oleh juru runding Komnas TPNPB-OPM," ujar dia.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA