Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Kondisi Mata Bisa Gambarkan Risiko Demensia?

Sabtu 18 Sep 2021 10:19 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Dwi Murdaningsih

Demensia (ilustrasi)

Demensia (ilustrasi)

Foto: picpedia.org
Studi tidak membuktikan bahwa masalah penglihatan menyebabkan demensia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Studi mengungkapkan penyakit yang bisa merampas penglihatan Anda seiring bertambahnya usia tampaknya terkait dengan peningkatan risiko demensia. Secara khusus, degenerasi makula terkait usia, katarak dan penyakit mata terkait diabetes dikaitkan dengan kemungkinan demensia yang lebih tinggi.

Dilansir dari usnews pada Sabtu (18/9), terdapat satu penyakit mata umum lainnya yaitu glaukoma yang tidak terkait dengan risiko demensia. Studi baru tidak dapat membuktikan bahwa masalah penglihatan menyebabkan demensia. Risiko demensia meningkat lebih tinggi jika penyakit kronis lainnya ditambahkan.

Baca Juga

"Hipertensi yang baru berkembang, diabetes, stroke, penyakit jantung dan depresi yang dimediasi mempengaruhi hubungan antara katarak atau penyakit mata terkait diabetes dan demensia," kata salah satu peneliti sekaligus dokter mata di Akademi Ilmu Kedokteran Guangdong di  Guangzhou, Xianwen Shang.

Timnya menerbitkan temuan itu pada 13 September 2021 di British Journal of Ophthalmology. Seorang ahli di Amerika Serikat setuju bahwa temuan itu tidak berarti bahwa masalah mata menyebabkan demensia.

"Mekanisme atau alasan pasti bahwa penyakit mata dapat meningkatkan risiko demensia seseorang tidak sepenuhnya dibahas dalam penelitian ini,” kata Dokter Mata Northwell Health di Great Neck, Matthew Gorski.

Ia menambahkan katarak adalah kondisi yang dapat diobati dan dapat disembuhkan. Dia ingin tahu apa efek operasi katarak terhadap risiko seseorang terkena demensia. Menarik juga kalau glaukoma, kondisi mata lain yang berpotensi membutakan, tidak terkait dengan penyakit mata. Peningkatan risiko demensia dan menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang bagaimana penyakit ini terkait dengan demensia.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA