Friday, 23 Rabiul Awwal 1443 / 29 October 2021

Friday, 23 Rabiul Awwal 1443 / 29 October 2021

Pengurus LD PWNU DKI Jakarta 2021-2026 Dilantik

Sabtu 18 Sep 2021 07:31 WIB

Red: Irwan Kelana

Pengurus Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD  PWNU) DKI Jakarta masa khidmat 2021-2026 dilantik pada Rabu (15/9).

Pengurus Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD PWNU) DKI Jakarta masa khidmat 2021-2026 dilantik pada Rabu (15/9).

Foto: Dok NU
Ada sembilan program unggulan LD PWNU DKI masa khidmat 2021-2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD  PWNU) DKI Jakarta masa khidmat 2021-2026 dilantik. Kegiatan itu dilaksanakan di Ponpes Alwashilah, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (15/9) dalam acara yang bertema “Dakwah transformatif NU untuk Jakarta yang moderat dan toleran”.

LD PWNU  DKI Jakarta 2021-2026  dinahkodai oleh KH  Masruhin Abdul Majid (Kangmas Ruhin). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan sembilan program unggulan untuk LD PWNU DKI Jakarta masa khidmat 2021-2026.

Di antaranya yaitu membuat lembaga pelatihan dakwah, membuat tv dan media dakwah, bekerja  sama dengan instansi pemerintahan di bidang pembinaan umat, meng-NU-kan majelis taklim dan masjid serta membuat wadah khotib. Dalam pelantikan ini juga  diluncurkan media dakwah berupa JakNU TV (Jakarta NU). 

Selain itu, program unggulan lainnya yaitu mengadakan kajian ke-NU-an rutin bulanan, menulis dalil-dalil amaliyah NU, mengadakan standardisasi dai NU, serta konsolidasi koordinasi dan silaturahim dengan PC LDNU dan LD MWC NU.

“Rencananya, kesembilan program tersebut akan mulai diterapkan setelah pelaksanaan pelantikan LD PWNU,”  kata Kangmas Ruhin dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Lebih lanjut, ia  menyampaikan tentang alasan pemilihan tema dalam acara pelantikan tersebut. Menurutnya, tantangan mendasar dakwah di ibukota adalah memberi pemahaman Islam rahmatan 'lil alamin.

“Di ibu kota banyak dai yang berdakwah dengan penuh caci makian. Dan hal ini justru banyak digemari oleh masyarakat. Dan anehnya jamaah suka dengan dai yang seperti itu. Ini penyakit yang harus disembuhkan dengan dakwah yang ramah, sejuk, mengajak dan penuh toleransi,” jelasnya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA