Jumat 17 Sep 2021 13:33 WIB

Tim Sepak Bola Wanita Afghanistan Melarikan Diri ke Pakistan

Para pemain sepak bola wanita memasuki Pakistan dengan membawa dokumen sah

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Esthi Maharani
Sepak Bola
Foto: fcsmj.fr
Sepak Bola

IHRAM.CO.ID, KABUL – Pejabat Afghanistan mengatakan anggota tim nasional sepak bola wanita Afghanistan telah melarikan diri melintasi perbatasan ke Pakistan. Menurut Menteri Informasi Pakistan Fawad Chaudhry, para pemain memasuki Pakistan melalui perbatasan barat laut Torkham dengan membawa dokumen perjalanan yang sah.

“Kami menyambut tim sepak bola wanita Afghanistan saat mereka tiba di Perbatasan Torkham dari Afghanistan. Para pemain memiliki paspor Afghanistan dan visa Pakistan yang diterima oleh Nouman Nadeem dari PFF (Federasi Sepak Bola Pakistan),” kata Chaudhry dalam cicitannya pada Rabu.

Namun, Chaudhry tidak menjelaskan detail lebih lanjut terkait jumlah pemain wanita Afghanistan dan anggota keluarga mereka yang diizinkan masuk ke Pakistan. Surat kabar The Dawn Pakistan melaporkan para pesepak bola wanita Afghanistan diberikan visa kemanusiaan darurat setelah pengambilalihan Kabul oleh Taliban.

Penguasa baru Afghanistan yang melarang perempuan bermain semua olahraga selama pemerintahan pertama mereka pada 1990-an, telah mengindikasikan bahwa perempuan akan menghadapi pembatasan dalam bermain olahraga.

Sekelompok pemain junior dan pelatih serta keluarga mereka telah mencoba melarikan diri dari negara itu pada bulan lalu. Akan tetapi serangan bom yang menghancurkan di bandara Kabul membuat mereka terdampar.

“Saya menerima permintaan untuk penyelamatan mereka dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) lain yang berbasis di Inggris, jadi saya menulis surat kepada Perdana Menteri Imran Khan yang mengeluarkan izin bagi mereka untuk mendarat di Pakistan,” kata Duta Besar LSM Pembangunan Global Football for Peace (PFF) yang berbasis di di London, Sardar Naveed Haider.

Secara total, lebih dari 75 orang melintasi perbatasan utara pada Selasa sebelum melakukan perjalanan ke selatan ke kota Lahore di mana mereka disambut dengan karangan bunga. “Mereka akan bepergian dan tinggal di Lahore sampai mereka melangkah lebih jauh,” ujar Wakil Presiden PFF Amir Dogar.

Dilansir Aljazirah, Jumat (17/9), para wanita yang bermain untuk tim U-14, U-16 dan U-18 melintasi perbatasan darat mengenakan burqa. Setelah itu, mereka berganti dengan jilbab. Para pesepak bola pada akhirnya diharapkan untuk melakukan perjalanan ke ibukota Qatar, Doha.

Menurut laporan AFP, seorang pejabat senior Taliban mengatakan kepada media Australia “tidak perlu” bagi perempuan untuk bermain. Akan tetapi pada Selasa, Direktur Jenderal Afghanistan untuk Olahraga Bashir Ahmad Rustamzai mengatakan para pemimpin tingkat atas Taliban masih memutuskan.

Puluhan ribu warga Afghanistan telah meninggalkan negara itu sejak Taliban merebut kekuasaan karena takut akan serangan balasan atau penindasan. Pekan lalu, Taliban mengumumkan pemerintahan sementara yang semuanya laki-laki dan diisi dengan veteran dari kekuasaan garis keras pada tahun 1990-an.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement