Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Jokowi: Pengendalian Covid-19 Kunci Gerakkan Ekonomi

Jumat 17 Sep 2021 08:13 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolandha

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan (kedua kiri) melakukan telekonferensi saat meninjau proses Vaksinasi COVID-19 untuk para santri di Pondok Pesantren Istiqamatuddin Darul Mu

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan (kedua kiri) melakukan telekonferensi saat meninjau proses Vaksinasi COVID-19 untuk para santri di Pondok Pesantren Istiqamatuddin Darul Mu

Foto: ANTARA/Biro Pers dan Media Setpres
Seluruh pihak jangan terburu-buru euforia dengan penurunan kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, upaya pengendalian Covid-19 merupakan kunci untuk menggerakkan ekonomi. Karena itu, ia mengajak seluruh pemimpin daerah agar bersama-sama menangani pandemi saat ini.

Pernyataan ini disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Aceh di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (16/9).

"Menjadi tugas kita semuanya agar bisa mengendalikan, mengonsolidasikan organisasi kita untuk betul-betul serius menangani ini. Karena apa? Begitu yang namanya Covid ini tidak bisa turun, artinya hanya satu, ekonomi juga pasti tidak bisa naik," kata Jokowi, dikutip dari siaran resmi Istana, Jumat (17/9).

Presiden mengingatkan agar para bupati dan wali kota se-Provinsi Aceh mengetahui situasi di kota kabupatennya masing-masing. Sebab, dalam upaya menangani pandemi ini dibutuhkan kepemimpinan lapangan.

"Kita tidak bisa bekerja lagi rutinitas seperti pada keadaan normal, karena yang dibutuhkan sekarang ini adalah kepemimpinan lapangan," ucap Jokowi. 

Lebih lanjut, Presiden juga mengingatkan angka kematian akibat pandemi Covid-19 di Provinsi Aceh yang masih tinggi, yakni berada di angka 4,7 persen.

"Tinggi ini, tinggi, karena nasional kita hanya 3 persen," kata dia.

Karena itu, ia meminta seluruh kepala daerah di Provinsi Aceh untuk memperhatikan ketersediaan oksigen dan obat-obatan. Selain itu, ia juga mengingatkan agar kabupaten kota yang tidak memiliki tempat tidur ICU Covid-19 untuk menyampaikan permintaan kepada Menteri Kesehatan.

Ia menyebut, terdapat tujuh kabupaten kota yang tidak memiliki tempat tidur ICU Covid-19 yakni di Simeulue, Nagan Raya, Kota Sabang, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Jaya, dan Aceh Besar.

"Tolong yang belum punya tadi, menyampaikan permintaan kepada Menteri Kesehatan. Sehingga semuanya siap, semua kabupaten itu siap, fasilitas kesehatan siap semuanya. Karena terus akan saya pantau BOR di provinsi, kabupaten, itu seperti apa. Kelihatan semuanya," ujar dia.  

Meskipun saat ini terjadi tren penurunan kasus nasional, Presiden mengingatkan agar seluruh pihak tidak melakukan euforia dan tidak terburu-buru dalam menyampaikan kondisi penurunan kasus ini kepada masyarakat.

“Nasional turun lebih dari 90 persen, di sini turun 20 persen, hati-hati, jangan senang dulu, jangan euforia dulu, dan jangan menyampaikan tergesa-gesa kepada masyarakat bahwa kita sudah turun kasus. Bisa disambut senang oleh masyarakat tetapi itu bisa menyebabkan naik lagi Covid-19-nya. Ini pengalaman kita secara nasional, sehingga jangan kita ulang di sini,” ucapnya. 

Dalam kesempatan ini, Presiden juga mengingatkan Pangdam, Kapolda, Kapolres, Dandim, Danrem, agar bekerja keras membantu pemerintah daerah untuk mengatasi pandemi ini. Acara ini turut dihadiri oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA