Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Beda Nasib Klub Inggris dan Italia di Pentas Liga Champions

Jumat 17 Sep 2021 07:39 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

 Pemain Liverpool Jordan Henderson, tengah, merayakan gol ketiga timnya pada pertandingan sepak bola Grup B Liga Champions antara Liverpool dan AC Milan di Anfield, di Liverpool, Inggris, Kamis (16/9) dini hari WIB.

Pemain Liverpool Jordan Henderson, tengah, merayakan gol ketiga timnya pada pertandingan sepak bola Grup B Liga Champions antara Liverpool dan AC Milan di Anfield, di Liverpool, Inggris, Kamis (16/9) dini hari WIB.

Foto: AP/Rui Vieira
Inter Milan dan AC Milan sama-sama menelan kekalahan di laga perdana.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Dua klub Inggris berjaya dalam pertandingan perdana Liga Champions Kamis (16/9) dini hari WIB. Liverpool berhasil melakukan comeback sempurna melawan wakil Italia, AC Milan dengan skor 3-2. Sementara, Manchester City membenamkan RB Leipzig dalam kemenangan telak 6-3.

Di sisi lain, klub raksasa Italia, Inter Milan, harus menyudahi pertandingan dengan tertunduk lesu, setelah dibenamkan Real Madrid dengan skor 1-0.

Liverpool hampir dipermalukan Milan saat tampil di Anfield, setelah sempat tertinggal 1-2 di babak pertama. Untunglah, Jordan Henderson menyelamatkan muka the Reds setelah tendangan voli dari luar kotak penaltinya mengubah skor menjadi 3-2.

Mohamed Salah dkk memang tidak tampil dengan kekuatan penuh. Virgil van Dijk berada di bangku cadangan bersama Thiago dan Sadio Mane. Harvey Elliott juga tidak bisa ikut pertandingan ini karena cedera parah pada akhir pekan lalu saat melawan Leeds United.

Sementara Milan melakukan tiga perubahan dari tim yang mengalahkan Lazio pekan lalu. Simon Kjaer, Ismael Bennacer, dan Alexis Saelemakers, menggeser Alessio Romagnoli, Sandro Tonali, dan Alessandro Florenzi di starting XI.

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, mengakui timnya sempat sedikit kehilangan plot, kurang kompak, dan kehilangan gaya permainan sendiri, sehingga situasi menjadi sulit. Selain itu, barisan belakang juga terlalu mundur dalam bertahan. Sementara lini tengah tidak mampu menjaga jarak.

''Dalam momen seperti ini, jelas pertandingan bisa berakhir, tapi tidak malam ini. Karena kami bisa menyesuaikan di babak pertama dan melakukan itu. Bermain sepak bola dengan sangat baik dan mencetak dua gol, jadi kami menang,'' ujar Klopp dikutip dari laman resmi Liverpool, Kamis (16/9).

Sementara itu, Jack Grealish menandai debutnya di Liga Champions dengan sumbangan gol dan assist, saat City membungkam wakil Jerman, RB Leipzig. Skuad Pep Guardiola sempat mendapatkan perlawanan dari Leipzig, dengan hattrick Christopher Nkunku. Tapi kartu merah Angelino pada menit 79 bikin tuan rumah makin mendominasi pertandingan.

Hasil ini jadi skor terbesar yang dicetak Manchester City dalam ajang Liga Champions, melampaui delapan gol yang dicatatkan dalam kemenangan 5-3 atas Monaco pada Februari 2017. Guardiola menyebut Leipzig tampil ngotot dalam pertandingan di Etihad Stadium, dengan menciptakan peluang dan terus menyerang. Ia mengakui pemainnya sempat kesulitan menjaga celah di dalam kotak penalti.

''Jadi itu sangat sulit dan mereka bekerja dengan baik. Tapi pertandingan pertama di kandang sangat penting untuk menang. Saya senang, bahagia dan berterima kasih untuk pemain yang luar biasa ini,'' ujar Guardiola, dikutip dari Skysports.

Di Italia, striker Inter Milan Edin Dzeko, kesal dengan kekalahan timnya oleh Real Madrid. Pasalnya, Inter lebih banyak memperoleh peluang emas dibandingkan tim tamu.

Dzeko bahkan nyaris membawa timnya unggul di babak pertama, jika tendangannya dari jarak dekat tidak diblok kiper Thibaut Courtois. Skuad asuhan Simone Inzaghi tersebut memproduksi beberapa peluang emas, tapi Los Blancos justru mampu memecahkan kebuntuan lewat gol Rodrygo di menit akhir.

''Jelas kekalahan yang tidak layak. Kami layak mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Tapi itu sulit jika kalian tidak mencetak gol. Kami menjalani pertandingan yang luar biasa.

Sementara itu, Lionel Messi gagal bersinar, saat pertama kalinya jadi starter, saat Paris Saint-Germain ditahan 1-1 oleh Club Brugge. Upaya Messi sempat membentur tiang gawang, tapi itu bukan performa terbaiknya bersama Neymar dan Kylian Mbappe. Padahal, kombinasi 'MNM' untuk pertama kalinya tampil bersama.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA