Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Profesor IPB: Nilai Perikanan Indonesia Capai 1,33 T Dolar

Jumat 17 Sep 2021 05:48 WIB

Red: Gita Amanda

Nelayan menaikkan ikan yang telah disortir ke atas bak mobil di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Sorong, Papua Barat, (ilustrasi). Profesor IPB menyatakan potensi perikanan Indonesia mencapai 1,33 triliun dolar AS.

Nelayan menaikkan ikan yang telah disortir ke atas bak mobil di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Sorong, Papua Barat, (ilustrasi). Profesor IPB menyatakan potensi perikanan Indonesia mencapai 1,33 triliun dolar AS.

Foto: ANTARA/OLHA MULALINDA
Indonesia baru menyumbang sekitar 6,04 persen dari potensi nilai ekonomi sumber daya

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Profesor Institut Pertanian Bogor (IPB) University Jonson Lumban Gaol menyatakan bahwa nilai ekonomi sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia mencapai 1,33 triliun AS per tahun. Saat menyampaikan orasi ilmiah menjelang pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar Tetap IPB oleh Dewan Guru Besar IPB, Bogor, Kamis (16/9), Prof. Dr. Ir. Jonson Lumban Gaol, M.Si. menegaskan bahwa nilai ekonomi sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia itu sangat besar.

Jonson dalam ringkasan orasi ilmiah berjudul "Peran Teknologi Penginderaan Jauh untuk Eksplorasi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan di Negara Maritim Indonesia" mengungkapkan bahwa potensi yang sangat besar itu karena dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut. Namun, kata dia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2011 hingga 2016, kelautan dan perikanan Indonesia baru menyumbang sekitar 6,04 persen dari potensi nilai ekonomi sumber daya tersebut.

Baca Juga

Menurut akademikus dari Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB ini, data sumber daya kelautan dan perikanan yang dihimpun secara konvensional masih belum lengkap dan akurat melalui kegiatan eksplorasi, khususnya di Indonesia. Ia menjelaskan dalam kegiatan eksplorasi sumber daya kelautan dan perikanan saat ini telah berkembang menjadi tiga metoda, yakni metoda pengamatan langsung (in-situ), pengindraan jauh satelit (indraja), dan pemodelan.

Menurut dia, masing-masing metoda mempunyai kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukan suatu sistem terintegrasi, kemudian dikembangkan sistem pengamatan laut global (Global Ocean Observing System/GOOS) yang diinisiasi oleh badan dunia Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) pada bulan Maret 1991. Selain Jonson, dua profesor laib yang ditetapkan sebagai Guru Besar IPB University adalah Prof. Dr.Anuraga Jayanegara, S.Pt., M.Sc. dari Fakultas Peternakan, dan Prof. Dr. Ir.Sudarsono Soedomo, M.S. dari Fakultas Kehutanan.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA