Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Rahasia Klopp Bangkitkan Liverpool saat Jamu Milan

Kamis 16 Sep 2021 22:20 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pelatih Liverpool Juergen Klopp  bereaksi setelah pertandingan sepak bola grup B Liga Champions UEFA antara Liverpool FC dan AC Milan di Liverpool, Inggris, Kamis (16/9) dini hari WIB.

Pelatih Liverpool Juergen Klopp bereaksi setelah pertandingan sepak bola grup B Liga Champions UEFA antara Liverpool FC dan AC Milan di Liverpool, Inggris, Kamis (16/9) dini hari WIB.

Foto: EPA-EFE/Peter Powel
Liverpool bangkit dari ketertinggalan di babak pertama.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengungkapkan rahasia atas bangkitnya Liverpool di babak kedua laga kontra AC Milan. Sempat tertinggal di babak pertama, Liverpool menang 3-2 di Stadion Anfield, Liverpool, pada Kamis (16/9) dini hari WIB.

Klopp mengakui alih-alih menyentak pemain, dia justru memenangkan pemain di paruh pertama. Dia bahkan tidak sempat memotivasi pemain karena atmosfer luar biasa di stadion.

"Saya tidak marah (di babak pertama), kami melihatnya datang dan mencoba menyampaikan pesan namun itu tidak berhasil karena atmosfer luar biasa di stadion," kata Klopp dilansir dari laman Express.

"Kami mulai memperumitnya. Kami menunjukkan kepada para pemain beberapa hal di babak pertama dan mengatur banyak hal," kata Klopp.

Hasil itu pun terbayarkan dengan Salah yang mencetak gol penyeimbang di menit 48. Gol kemenangan pun dicetak oleh sang kapten, Jordan Henderson dari luar kotak penalti.

"Dari segi sepak bola, kami kehilangan bola di saat yang salah dan itu tidak perlu terjadi. Kami bermain sangat fleksibel dengan segitiga di sayap, itu benar-benar bagus, tapi kemudian kami menjadi sedikit rumit dan itu salah satunya," kata Klopp.

Klopp mengakui sangat menantikan wasit meniup peluit akhir babak pertama. Sehingga dia bisa memotivasi pemainnya. Meski pada akhirnya dia tidak bisa melakukan apapun karena atmosfer stadion yang membuatnya sulit untuk berteriak.

"Saya tidak bisa merayakan 30 menit dan kemudian selama 15 menit saya marah atau apa pun. Ini hanya untuk memastikan kami memiliki peluang untuk memenangkan babak kedua, itulah yang kami lakukan dan semuanya baik-baik saja," kata Klopp.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA