Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Arti Ihram

Kamis 16 Sep 2021 21:27 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi Pakaian Ihram

Ilustrasi Pakaian Ihram

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Arti Ihram Menurut Prof Quraish Shihab

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ihram di miqat menjadi tanda dimulainya ibadah haji atau umroh. Dalam keadaan ihram seorang jamaah haji atau umroh tidak boleh melanggar sesuatu yang dilarang.

Prof Quraish Shihab mengatakan, ihram terambil dari kata haram yang dari segi bahasa berarti sesuatu yang terhormat atau terlarang akibat kehormatannya. Berihram adalah niat memasuki aktivitas melaksanakan ibadah haji atau umroh pada waktu serta cara tertentu.

"Jangan berihram, yakni berniat untuk melaksanakan Haji Komar menjadi haram lah Sekian banyak kegiatan yang sebelumnya boleh," kata Prof Quraish Shihab dalam bukunya "Haji dan Umrah Bersama M.Quraish Shihab".

Kegiatan yang tadinya dibolehkan (halal) menjadi terlarang (haram) karena sedang ihram, di antaranya adalah bercukur, memakai wewangian, dan larang-larangan lainnya yang telah dirinci oleh banyak ulama. Larang ini sebagian dampak penghormatan terhadap Ibadah Haji atau umrah yang dilaksanakan seorang.

Pakaian ihram bagi pria adalah dua helai kain tidak berjahit, satu sebagai selendang yang dipakai menutupi bagian atas tubuh, kecuali kepala, dan yang satu lagi sebagai sarung.

"Kain ihram ini dianjurkan berwarna putih," katanya.

Sedangkan bagi wanita adalah pakaian biasa yang menutup seluruh badannya kecuali wajah dan telapak tangan. Tidak boleh wajah dan telapak tangan ditutup menggunakan masker, cadar dan sarung tangan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA