Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Usia 50-an, Risiko Kesehatan Makin Tinggi Jika Abaikan Ini

Kamis 16 Sep 2021 17:03 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti

Risiko kesehatan di usia 50-an semakin tinggi jika tidak melakukan beberapa hal berikut ini ilustrasi).

Risiko kesehatan di usia 50-an semakin tinggi jika tidak melakukan beberapa hal berikut ini ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Sistem kekebalan tubuh akan melemah seiring bertambahnya usia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah menginjak usia 50 tahun, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Karena itulah, Anda juga harus lebih peduli pada berbagai tanda-tanda kesehatan yang bisa menempatkan masalah besar di kemudian hari.

Seperti dilansir Eat This, Not That berikut beberapa hal yang bisa memicu risiko kesehatan jika Anda melewatkannya:

1. Belum divaksinasi Covid-19

Pada bulan-bulan pertama pandemi Covid-19, 95 persen dari mereka yang meninggal berusia di atas 50 tahun. Vaksin yang efektif telah memangkas tingkat keparahan penyakit dan kematian di antara semua kelompok usia, terutama kelompok lansia.

Mereka yang berusia di atas 50 tahun juga dianjurkan mendapat vaksin booster. Penelitian awal dari Israel telah menemukan bahwa suntikan booster memberikan perlindungan empat kali lebih banyak terhadap lansia di atas 60 tahun.

2. Melewatkan vaksin reguler lainnya

Sistem kekebalan tubuh akan melemah seiring bertambahnya usia, dan orang lansia memiliki risiko lebih tinggi dirawat di rumah sakit atau meninggal karena flu. Karenanya, CDC telah merekomendasikan suntikan flu tahunan untuk para lansia.

3. Belum memeriksa tekanan darah

Tekanan darah tinggi adalah salah satu risiko kesehatan paling serius. Seiring waktu, itu dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan kemungkinan serangan jantung, strok, disfungsi ereksi, masalah ginjal, dan demensia.

Menurut Harvard Medical School, lebih dari 70 persen pria yang berusia lebih dari 55 tahun secara teknis memiliki tekanan darah tinggi, yang didefinisikan sebagai pengukuran yang lebih tinggi dari 120/80. Jadi tunggu apa lagi, periksakan tekanan darah Anda secara rutin dan konsultasikan dengan dokter jika ada masalah.

4. Belum menjadwalkan skrining

Semua orang yang berusia 50 tahun atau lebih, sangat dianjurkan untuk memulai skrining kanker usus besar secara rutin. Bahkan para ahli telah merekomendasikan untuk memulai skrining rutin sejak usia 45 tahun, seiring meningkatnya kasus kanker usus besar di kalangan orang yang lebih muda. Kanker usus besar dapat disembuhkan pada tahap awal, dan deteksi dini adalah kunci untuk itu.

5. Anda mengabaikan gejala ini

Kanker ovarium dikenal sebagai pembunuh diam-diam karena deteksi dini sulit dilakukan: tidak ada tes skrining rutin dan gejalanya mudah diabaikan. Menurut American Cancer Society, sebagian besar kanker ovarium berkembang setelah menopause. Jadi penting untuk waspada terhadap gejala potensial, yang dapat mencakup kembung, nyeri panggul atau perut, atau merasa kenyang segera setelah makan.

6. Cuek dengan protokol kesehatan Covid-19

Sebagai salah satu kelompok rentan, sudah sepatutnya semua orang yang berusia lebih dari 50 tahun untuk mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Jika belum divaksinasi, segeralah berkonsultasi dengan dokter dan jika diperbolehkan Anda bisa segera divaksin. Jangan lupa mengenakan masker, menjaga jarak sosial, dan rutinlah mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA