Kamis 16 Sep 2021 23:25 WIB

Warga Jabar Paling Banyak Belum Divaksinasi Covid-19

Namun, peserta vaksinasi dosis pertama di Jabar naik dua juta penduduk dalam sepekan.

Warga Jabar Paling Banyak Belum Divaksinasi Covid-19. Sejumlah warga antre untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 di Kawasan Wisata Dusun Bambu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021). Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bekerja sama dengan pengelola wisata mengadakan vaksinasi COVID-19 secara massal di kawasan wisata Lembang guna menarik minat masyarakat agar mengikuti vaksinasi.
Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Warga Jabar Paling Banyak Belum Divaksinasi Covid-19. Sejumlah warga antre untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 di Kawasan Wisata Dusun Bambu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021). Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bekerja sama dengan pengelola wisata mengadakan vaksinasi COVID-19 secara massal di kawasan wisata Lembang guna menarik minat masyarakat agar mengikuti vaksinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah penduduk yang paling banyak belum mendapatkan vaksin Covid-19 berada di Jawa Barat. "Hingga 3 September 2021, jumlah penduduk yang paling banyak belum mendapatkan vaksin di Jawa Barat, yaitu mencapai lebih dari 27 juta jiwa dari target sekitar 37 juta jiwa," kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes) Kemenkes Vivi Setiawaty, Kamis (16/9).

Namun, peserta vaksinasi dosis pertama di Jawa Barat mengalami kenaikan dua juta penduduk dalam sepekan terakhir. Berdasarkan laporan mingguan pandemi Covid-19 yang disusun oleh Puslitbangkes bersama sejumlah pihak terkait, provinsi yang penduduknya paling banyak mendapatkan vaksin dosis lengkap adalah DKI Jakarta.

Baca Juga

Ia mengatakan populasi penerima dosis lengkap di wilayah DKI sekitar 6,3 juta jiwa, disusul Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Sedangkan 30 provinsi lainnya paling banyak hanya mencapai 1,9 juta jiwa.

"DKI Jakarta adalah satu-satunya provinsi yang berdasarkan target tidak lagi terdapat masyarakat yang belum mendapatkan vaksin sama sekali," katanya.

Bahkan capaian DKI Jakarta untuk masyarakat yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama melebihi 100 persen dari populasi. Menurut Vivi, pencapaian DKI dalam laju kepesertaan penduduk pada program vaksinasi nasional ditempuh melalui pelonggaran syarat administrasi untuk mendapatkan vaksin.

"Hanya dengan menunjukkan kartu identitas penduduk, maka mereka yang beralamat di luar DKI Jakarta bisa mendapatkan layanan vaksin di area DKI Jakarta," katanya.

Mengingat DKI Jakarta adalah wilayah dengan lalu lintas penduduk yang sangat tinggi, maka persentase cakupan vaksinasi dapat terus ditambah. "Saat ini hanya DKI Jakarta dan Bali yang mencapai lebih dari 50 persen penduduknya sudah mendapatkan vaksin dosis dua," katanya.

Vivi mengatakan sebagian besar stok vaksin yang tersedia di provinsi kurang dari jumlah penduduk yang belum mendapatkan vaksin dosis satu maupun dua. Provinsi Jawa Timur, Banten, Kepulauan Riau, Sumatra Utara, Bali, Jambi, dan Yogyakarta merupakan provinsi yang memiliki stok lebih dari penduduk yang belum mendapatkan vaksin dosis satu dan dua.

Vivi berharap pelayanan vaksin mulai digencarkan ke luar pulau Jawa untuk memeratakan persentase penduduk yang mendapatkan vaksin. "Pemerataan pemberian vaksin di Indonesia sesegera mungkin penting untuk mewujudkan kekebalan kelompok," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement