Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Kampus Seharusnya Steril Dari Paham Ekstrem

Kamis 16 Sep 2021 16:24 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

Kampus Seharusnya Steril Dari Paham Ekstrem. Foto:   Kamaruddin Amin

Kampus Seharusnya Steril Dari Paham Ekstrem. Foto: Kamaruddin Amin

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Paham ekstrem tak boleh ada di kampus.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam, Prof Kamaruddin Amin, mengatakan, sebagai entitas epistemik, seharusnya kampus menjadi lembaga paling steril dari paham dan perilaku ekstrem karena di sana berkumpul para akademisi dan orang-orang pintar.

"Dakwah, pencerahan, pengarusutamaan moderasi beragama harus disampaikan secara terukur di lembaga pendidikan oleh para dosen agar mahasiswa tidak terpapar (paham dan perilaku ekstrem)," kata Prof Kamaruddin kepada Republika, Kamis (16/9).

Baca Juga

Prof Kamaruddin berpesan kepada mahasiswa agar memperluas horison akademiknya, tidak fanatik buta terhadap sebuah pandangan dan memahami akar setiap masalah yang dihadapi.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Syamsul Bahri, menambahkan, mahasiswa baru harus cermat dan waspada dengan doktrin radikal yang dapat menggiring kemudian menjebak tanpa disadari. Metode menggiring dan menjebaknya biasanya tanpa disadari.

"Mahasiswi hati-hati, kita ikuti saja metode dakwah di kampus yang bil hikmah bilmau'izah hasanah, yang sudah dilegalkan atau diresmikan kampus," ujarnya.

Sebelumnya, Syamsul mengatakan, dakwah di kampus, di pesantren dan di mana saja harus mengedepankan konsep Alquran dan ajaran Rasulullah SAW. Harus memahami Islam secara kaffah atau menyeluruh, tidak boleh sepotong-sepotong memahaminya.

"Dakwah di kampus juga harus lebih mengedepankan akhlakul karimah, karena memang itu yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam membawa misi Islam dan dalam membawa perubahan dunia ini dengan akhlakul karimah," kata Syamsul kepada Republika, Kamis (16/9).

Ia menambahkan, dakwah juga harus memberikan misi kasih sayang untuk seluruh alam, misi membangun hubungan kemanusiaan, misi saling menghormati dan menghargai. Serta misi berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan di muka bumi. Sehingga Islam tampil sebagai wajah agama yang memayungi, melindungi dan memelihara kebaikan kepada sesama manusia, alam, bangsa dan negara.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA