Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Paus Bingung Banyak Orang Tolak Vaksin

Jumat 17 Sep 2021 04:58 WIB

Red: Esthi Maharani

Paus Fransiskus tiba di Katedral Saint Martin, di Bratislava, Slovakia, Senin, 13 September 2021. Fransiskus sedang dalam kunjungan empat hari ke Eropa Tengah, di Hungaria dan Slovakia, dalam kunjungan internasional besar pertamanya sejak menjalani operasi usus di Juli.

Paus Fransiskus tiba di Katedral Saint Martin, di Bratislava, Slovakia, Senin, 13 September 2021. Fransiskus sedang dalam kunjungan empat hari ke Eropa Tengah, di Hungaria dan Slovakia, dalam kunjungan internasional besar pertamanya sejak menjalani operasi usus di Juli.

Foto: AP/Petr David Josek
Paus mendesak orang lain untuk mau disuntik vaksin demi kebaikan bersama.

REPUBLIKA.CO.ID, SLOVAKIA -- Paus Fransiskus pada Rabu (15/9) mengatakan bahwa dia bingung mengapa begitu banyak orang, termasuk beberapa kardinal dalam hierarki Gereja Katolik Roma, menolak suntikan vaksin Covid-19.

"Agak aneh karena umat manusia memiliki sejarah persahabatan dengan vaksin," kata Paus Fransiskus saat berada di pesawat yang kembali dari Slovakia.

Pernyataan tersebut dia sampaikan untuk menanggapi pertanyaan dari seorang wartawan tentang alasan adanya keraguan terhadap vaksin. "Sebagai anak-anak (kita divaksin) untuk campak, polio. Semua anak divaksindan tidak ada yang mengatakan apa-apa," ujarnya.

Fransiskus, yang telah disuntik vaksin Covid-19 sering mendesak orang lain untuk mau disuntik vaksin demi kebaikan bersama. Di pesawat, dia mengatakan bahwa beberapa orang mungkin pada awalnya takut karena ada berbagai vaksin yang tersedia.

"Bahkan di Sekolah Tinggi Kardinal ada beberapa penentang vaksin. Tapi salah satu dari mereka, malang, telah dirawat di rumah sakit karena virus (corona). Ini adalah ironi kehidupan," katanya.

Fransiskus tidak menyebut nama kardinal mana pun. Kardinal Raymond Burke, seorang konservatif dan skeptis terhadap vaksin, dirawat di rumah sakit di Amerika Serikat pada Agustus setelah tertular virus corona. Beberapa uskup konservatif anti vaksin, khususnya di Amerika Serikat, mengatakan umat Katolik harus memiliki pilihan untuk menyatakan keberatan hati nuraninya terhadap penggunaan vaksin dengan alasan-alasan berbasis agama.

Namun, Paus telah menjelaskan pada masa lalu bahwa dia tidak setuju, tidak pernah menyebutkan pilihan tersebut. Pada Agustus, paus mengeluarkan seruan atas nama kelompok nirlaba Amerika Serikat--Ad Council dan koalisi kesehatan masyarakat--Covid-19 Collaborative, dengan mengatakan suntikan vaksin harus digunakan oleh semua orang.

sumber : Antara / Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA