Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Grammy Museum akan Pamerkan Koleksi Bruce Springsteen

Kamis 16 Sep 2021 14:05 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Bruce Springsteen. Grammy Museum akan menggelar pameran koleksi Bruce Springsteen pada 1 Oktober mendatang.

Bruce Springsteen. Grammy Museum akan menggelar pameran koleksi Bruce Springsteen pada 1 Oktober mendatang.

Foto: Reuters
Grammy Museum tandai masa kembali ke kantor dengan pameran Bruce Springsteen.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES — Koleksi penyanyi dan penulis lagu Bruce Springsteen yang paling berkesan akan dipamerkan dalam pameran interaktif keliling. Gitar Fender favoritnya dan kostum panggungnya juga termasuk dalam benda-benda yang akan diperlihatkan.

Museum Grammy mengumumkan "Bruce Springsteen Live!" akan dibuka di Grammy Museum Experience di Prudential Center di Newark, New Jersey, pada 1 Oktober mendatang. Pameran ini akan menampilkan cuplikan pertunjukan langsung Springsteen dan E Street Band, instrumen, kostum panggung, dan wawancara eksklusif.

Pameran di New Jersey akan berlangsung hingga 20 Maret 2022. Pameran ini akan dibawa ke Museum Grammy di Los Angeles pada musim gugur tahun depan.

"Ketika kami membuka kembali pintu museum, kami dan begitu banyak dari kita kembali ke tempat kerja, sepertinya tepat jika kita melihat 'The Boss' memimpinnya,"  kata direktur hubungan artis dan pemrograman di Grammy Museum Experience Prudential Center, Mark Conklin, dilansir Associated Press, Rabu (15/9).

Conklin mengatakan, tidak ada artis musik yang mampu menangkap semangat dan resilensi warga New Jersey dalam lagu lebih baik dari Bruce "The Boss" Springsteen. Oleh sebab itu, mereka tidak dapat membayangkan pameran lain yang lebih tepat saat ini.

Gitar Fender Springsteen yang dimodifikasi itu ditampilkan di beberapa sampul albumnya seperti Human Torch dan Born to Run. Barang-barang lainnya akan mencakup pakaian panggung dari Springsteen dan anggota E Street bersama dengan rencana perjalanan yang ditandatangani dari "Human Rights Tour".

Itu adalah tur selama enam pekan pada tahun 1988. Penopang panggung loket tiket dari tur "Tunnel of Love" juga akan disorot di pameran.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA