Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Pidato di Forum Antaragama G20, Menag Baca Puisi Gus Mus

Rabu 15 Sep 2021 23:28 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan pidato secara virtual pada penutupan Forum Antaragama

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan pidato secara virtual pada penutupan Forum Antaragama

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Menag sampaikan pidato secara virtual pada penutupan Forum Antaragama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Di hadapan presiden dan perdana menteri Italia, sejumlah menteri, pemimpin agama-agama serta intelektual dari berbagai negara, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pidato secara virtual pada penutupan Forum Antaragama G20 di Bologna, Italia pada Selasa (14/9) malam waktu setempat. 

Pada kesempatan itu, Menag memberikan isyarat-isyarat tentang arah lebih lanjut bagi ikhtiar-ikhtiar perdamaian global melalui Forum Antaragama G20. Untuk diketahui, pada 2022 mendatang giliran Indonesia akan menjadi tuan rumah Forum Antaragama G20.

Baca Juga

Menag mengajak para tokoh yang hadir untuk pertama-tama mengakui sejarah yang sulit dan didominasi oleh konflik selama berabad-abad dalam pergaulan antarkelompok agama dan antarbangsa. 

"Baru sesudah Perang Dunia II masyarakat internasional berupaya membangun konsensus untuk mewujudkan tata dunia yang lebih aman dan stabil, dengan lahirnya Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dibentuknya Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Menag melalui pesan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (15/9). 

Menag mengatakan, tata dunia baru itu hingga kini masih rapuh, sedangkan pola pikir yang diwarnai dorongan permusuhan dan konflik masih membayang-bayangi. 

Untuk itu, Menag menyerukan kepada para pemimpin dunia, baik pemimpin politik maupun pemimpin agama dan intelektual, untuk menyempurnakan dan mengukuhkan konstruksi tata dunia pasca Perang Dunia II dengan membangun konsensus perdamaian atas dasar nilai-nilai peradaban bersama.

Mengakhiri pidatonya dengan gestur yang menyentuh hati, Menag mengutip puisi Gus Mus atau KH Mustofa Bisri sebagai berikut.

Agama

adalah kereta kencana

yang disediakan Tuhan

untuk kendaraan kalian

berangkat menuju hadirat-Nya

 

Jangan terpukau keindahannya saja

Apalagi sampai

dengan saudara-saudara sendiri bertikai

berebut tempat paling depan

 

Kereta kencana

cukup luas untuk semua hamba

yang rindu Tuhan  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA