Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Inggris Rekomendasikan Satu Dosis Vaksin Bagi Anak

Rabu 15 Sep 2021 13:08 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Inggris rekomendasikan satu dosis vaksin Covid-19 bagi anak usia 12-15 tahun.

Inggris rekomendasikan satu dosis vaksin Covid-19 bagi anak usia 12-15 tahun.

Foto: Pixabay
Inggris rekomendasikan satu dosis vaksin Covid-19 bagi anak usia 12-15 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Chief Medical Officers (CMO) United Kingdom merekomendasikan pemberikan satu dosis vaksin Covid-19 untuk anak berusia 12-15 tahun. Tindakan ini diambil untuk menurunkan disrupsi pada bidang edukasi akibat pandemi Covid-19.

Ketua CMO Britania Raya Prof Chris Whitty mengatakan, vaksinasi pada anak di kelompok tersebut dapat menjadi perangkat penting dan berguna dalam menurunkan disrupsi sekolah tatap muka. Di Inggris, sekolah tatap muka direncanakan akan dimulai dalam beberapa bulan ke depan.

Secara umum, anak di kelompok usia 12-15 tahun akan diberikan satu dosis vaksin Covid-19. Akan tetapi, vaksin Covid-19 tetap diberikan sebanyak dua dosis untuk anak dalam kelompok usia tersebut yang memiliki masalah kesehatan atau anak yang tinggal dengan orang lain yang memiliki kerentanan klinis.

Rekomendasi satu dosis vaksin ini berkaitan dengan risiko miokarditis atau peradangan otot jantung yang sangat langka. Risiko miokarditis ini tampak kecil setelah satu dosis vaksin namun terlihat sedikit lebih tinggi setelah pemberian dosis kedua di mana ada 12-32 kasus miokarditis yang terlihat pada setiap pemberian 1 juta dosis kedua vaksin.

Saat ini, keputusan untuk pemberian vaksin pada anak di kelompok 12-15 tahun berada di tangan menteri-menteri yang ada di empat negara Britania Raya. Bila disetujui, anak-anak akan mendapatkan vaksin Covid-19 Pfizer.

Pemberian vaksin Covid-19 ini kemungkinan akan diberikan di sekolah. Sebelum vaksin diberikan kepada anak, orang tua akan dimintai persetujuan terlebih dahulu.

Akan tetapi, keputusan akhir tak selalu diberikan kepada orang tua. Bila anak dan orang tua memiliki pendapat yang berbeda terkait vaksin, dan anak dinilai sudah kompeten untuk membuat keputusan, maka anak berhak mengambil keputusannya sendiri terkait vaksin Covid-19.

Seperti dilansir BBC, Rabu (15/9), CMO telah merilis beberapa modelling terkait seberapa jauh vaksinasi dapat menurunkan disrupsi sekolah. Menurut CMO, program vaksinasi ini dapat mencegah sekitar 30.000 infeksi di Inggris antara Oktober-Maret. Pencapaian ini dinilai dapat menyelamatkan 110.000 hari dari sekolah tatap muka yang terlewatkan, atau menyelamatkan satu hari untuk setiap 20 murid.

Saat ini anak-anak di lingkungan yang miskin mengalami dampak terberat akibat pandemi dan melewatkan lebih banyak hari bersekolah. Mereka dinilai akan mendulang banyak manfaat dari vaksinasi.

Royal College of Paediatrics and Child Health menyambut baik rekomendasi ini. Akan tetapi, organisasi tersebut juga memperingatkan bahwa vaksinasi saja tidak cukup. Mereka menilai tes Covid-19 pada anak juga perlu dilakukan. Akan tetapi, tes rutin ini lebih ditujukan pada anak yang bergejala.

"Mereka tidak boleh ke sekolah bila merasa kurang sehat," ungkap Royal College of Paediatrics and Child Health.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA