Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Bupati: Sampah Pemicu Terjadinya Banjir di Kabupaten Lebak

Rabu 15 Sep 2021 12:58 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Prajurit TNI mengevakuasi warga saat banjir di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Selasa (14/9/2021). Tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak Senin (13/9/2021) malam, menyebabkan ratusan rumah di Rangkasbitung terendam banjir setinggi dua meter.

Prajurit TNI mengevakuasi warga saat banjir di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Selasa (14/9/2021). Tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak Senin (13/9/2021) malam, menyebabkan ratusan rumah di Rangkasbitung terendam banjir setinggi dua meter.

Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Bupati sebut jika saluran drainase berjalan lancar pasti tidak menimbulkan banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyatakan, sampah dapat memicu terjadi kebanjiran pemukiman masyarakat karena debit air tidak berjalan lancar pada saluran drainase itu.

"Kami mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai, drainase, dan selokan guna mengantisipasi bencana banjir," kata Iti Octavia.

Banjir yang melanda di tiga kecamatan di Kabupaten Lebak akibat sampah yang menumpuk di saluran drainase, sehingga debit air tidak berjalan yang mengakibatkan terjadi banjir pemukiman.

Selama ini, kata dia, tingkat kesadaran masyarakat masih rendah karena banyak ditemukan warga buang sampah sembarangan. Karena itu, pihaknya minta warga tidak buang sampah ke saluran drainase.

Apalagi, saat ini curah hujan cenderung meningkat dan masyarakat dapat mengantisipasi banjir tersebut dengan tidak membuang sampah sembarangan. "Kami meyakini jika saluran drainase itu debitnya air berjalan lancar dipastikan tidak menimbulkan banjir, " katanya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai, selokan dan dranase.

Banjir di Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak dan Kalanganyar hingga meredam 1.162 rumah dan seorang meninggal dipicu mampetnya saluran air drainase dan selokan akibat tumpukan sampah.

"Jika masyarakat tidak membuang sampah ke drainase dipastikan tidak menimbulkan genangan air atau banjir," katanya menjelaskan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA