Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Pemkot Jakbar Gencaran Pemangkasan Pohon

Rabu 15 Sep 2021 12:53 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Sebuah pohon berukuran besar tumbang di Jalan HR Rasuna Said, tepatnya di dekat Gedung Cyber 2 Tower, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (23/4) malam.

Sebuah pohon berukuran besar tumbang di Jalan HR Rasuna Said, tepatnya di dekat Gedung Cyber 2 Tower, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (23/4) malam.

Foto: istimewa
Warga diminta melapor jika menemukan pohon yang riskan dan waran tumbang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Jakbar) meningkatkan intensitas pemangkasan pohon menjelang musim penghujan tahun ini guna meminimalkan kejadian pohon tumbang di permukiman ataupun di jalanan.

"Kegiatan pemangkasan pohon ditingkatkan. Jadi, kita kerahkan delapan tim dari Sudin LH di tingkat kecamatan," kata Kepala Suku Dinas Kehutanan Jakarta Barat Djauhari Arifin.

Ia menjelaskan peningkatan intensitas pemangkasan pohon sebenarnya mulai dilakukan sejak bulan Juni hingga Agustus guna menghindari pohon tumbang di permukiman ataupun di jalanan.

"Musim penghujan, terutama saat angin kencang rawan menimbulkan pohon tumbang," kata Djauhari.

Data menyebutkan, ada 1.038 pohon yang dipangkas pada Juni, 1.126 pohon di Juli dan 1.014 untuk Agustus. Padahal, beberapa bulan sebelumnya jumlah pohon yang dipangkas tidak sampai 1.000 dalam satu bulan.

Menurut Djauhari, pohon yang dipangkas pihaknya rata-rata sudah dalam kondisi rimbun, rapuh hingga menjuntai ke arah jalanan. Petugas biasanya menemukan pohon tersebut saat melakukan pemantauan secara rutin ataupun laporan dari warga.

"Setiap hari bisa masuk puluhan laporan warga soal pohon yang sudah rindang," jelas dia.

Djauhari mengimbau seluruh warga untuk aktif melapor ke petugas jika menemukan pohon dengan kondisi yang riskan dan dikhawatirkan tumbang. Warga, lanjut Djauhari, bisa melaporkan temuan pohon tersebut lewat aplikasi Jaki ataupun langsung ke kantor kecamatan setempat.

"Langsung bisa melapor ke kantor kecamatan karena petugas kita selalu siap di sana," jelas dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA