Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Pemkot Jakpus Anggarkan Rp 27 Miliar Bangun Saluran Baru

Rabu 15 Sep 2021 12:49 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Lanjutan Pembersihan Saluran Air,  Satgas Tata Air mmeriksa dan membersihkan saluran air di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/3).  (Republika/Wihdan Hidayat)

Lanjutan Pembersihan Saluran Air, Satgas Tata Air mmeriksa dan membersihkan saluran air di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/3). (Republika/Wihdan Hidayat)

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Dari 22 titik pembangunan saluran baru, hanya Kecamatan Johar Baru yang tak dibangun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Kota Jakarta Pusat menganggarkan sedikitnya Rp 27 miliar untuk membangun saluran air baru guna mencegah terjadinya banjir dan genangan di wilayah tersebut.

Kepala Seksi Pembangunan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat Martinet Feelix mengatakan pihaknya akan membangun saluran air baru di 22 titik.

"Ada 22 titik yang dibuat saluran baru. Material saluran kita pakai U-Ditch (saluran dari beton bertulang dengan bentuk penampang huruf U)," kata Martinet.

Adapun seluruh pembangunan saluran air baru itu terdapat di tujuh kecamatan Jakarta Pusat, atau hanya Kecamatan Johar Baru yang tidak dibangun saluran air baru.

Menurut Martinet, pihaknya hanya melakukan pemeliharaan jika terdapat saluran yang bolong, karena kondisi saluran yang masih terawat. Pembangunan 22 saluran air ini telah dikerjakan sejak pertengahan Agustus lalu dan ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan ke depan.

"Pembuatan saluran ini karena permintaan warga. Soalnya, di lokasi tersebut kerap terjadi genangan dan banjir," kata dia.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma meminta Sudin SDA Jakarta Pusat untuk memastikan pompa air, serta saluran berfungsi dengan baik. Dhany memperkirakan puncak musim penghujan akan terjadi pada November.

Oleh karena itu, Sudin SDA diharapkan meninjau semua pintu air dan pompa air guna memastikan fungsi sarana dan prasarana tersebut. "Selain itu, pastikan saluran harus bebas dari hambatan dan sedimentasi lumpur kali yang sudah tebal dan lakukan pengerukan," kata Dhany Sukma.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA