Rabu 15 Sep 2021 11:30 WIB

China Desak AS Tingkatkan Hubungan Bilateral

China menyebut ketidakpastian dalam kerja sama perdagangan dan bisnis berasal dari AS

Rep: Puti Almas/ Red: Christiyaningsih
Petugas bank menghitung dolar AS di samping tumpukan yuan China. Ilustrasi.
Foto: Chinatopix via AP
Petugas bank menghitung dolar AS di samping tumpukan yuan China. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Duta Besar China untuk Amerika Serikat (AS) Qin Gang pada Senin (13/9) mendesak Washington untuk melakukan upaya dalam meningkatkan hubungan bilateral. Dia menekankan peran kerja sama ekonomi dan perdagangan adalah yang perlu diperhatikan.

“Jika kami membandingkan hubungan China dan Amerika Serikat (AS), maka kerja sama ekonomi serta perdagangan telah menjadi pemberat, ketika kapal berlayar melawan angin kencang dan ombak besar, kami perlu menambahkan lebih banyak kekuatan pada pemberat dan baling-baling,” ujar Qin selama pertemuan virtual dengan anggota dewan Dewan Bisnis AS - China (USCBC), dilansir China.org, Rabu (15/9).

Baca Juga

USCBC adalah sebuah kelompok perdagangan yang mewakili lebih dari 200 perusahaan Amerika yang melakukan bisnis dengan China. Mengutip survei terbaru USCBC, Qin mencatat ketidakpastian yang disebabkan oleh kesulitan dan tantangan yang dihadapi China-AS menjadi hal paling mengkhawatirkan komunitas bisnis Amerika.

Ia menyebut kesulitan dan ketidakpastian dalam kerja sama perdagangan dan bisnis berasal dari AS, bukan dari pihak China. Qin mencatat China telah dengan setia menerapkan perjanjian perdagangan fase satu meskipun ada pandemi. Sementara pihak AS terus menjatuhkan sanksi dan pembatasan, termasuk menempatkan lebih dari 900 entitas China pada berbagai daftar pembatasan.

"Ini secara langsung memengaruhi kemampuan dan keinginan perusahaan China untuk membeli dari AS dan berdampak negatif pada implementasi perjanjian," jelas Qin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement