Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Dari Teori Fisika Mekanik Sampai Mushaf Alquran Elektronik

Rabu 15 Sep 2021 07:16 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Al Muradi dan temuannya.

Al Muradi dan temuannya.

Foto: flicker.com
Imuwan Islam pelota dasar peradaban moderen.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Uttiek M Panji Astuti, Traveller dan Penulis Buku.

Kotak itu perlahan mulai terbuka tepat di halaman yang diinginkan, tanpa perlu kita menyentuhnya. Sebuah mushaf Alqur’an diletakkan di dalamnya. Dengan teknologi mekanik yang terpasang, benda itu serupa dengan mushaf elektronik di abad modern ini.

Kotak elektronik yang bisa membuka dan menutup secara otomatis barangkali bukan lagi barang istimewa saat ini. Bahkan mainan anak-anak pun banyak yang menggunakan teknologi serupa.

Namun, bayangkan benda seperti itu seribu tahun lalu! Tersebutlah kotak mushaf elektronik yang digunakan untuk menyimpan Alqur’an di Masjid Agung Cordoba.

Teknologi itu ditemukan Muhammad bin Khalaf Al Muradi yang ditulis dalam kitabnya “Al Asrar Fi Nata’ij Al Afkar”. 

Kitab itu berisi teori fisika mekanik yang digunakan untuk menciptakan tak kurang dari 30  alat. Selain mushaf elektronik, juga ada alat penggiling tepung, pemeras buah, hingga jam matahari yang canggih.

Kalau sekarang kita mengenal wastafel dan kran untuk cuci tangan, teknologi itu bersumber dari peradaban Islam. Penemunya adalah Badi al-Zaman Abu al-'Izz bin Isma'il bin al-Razzaz al-Jazari pada abad ke 12 M.  

Kitab masyhurnya yang berjudul “Al-Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi fi Sinat 'at al-Hiyal” membuatnya digelari bapak fisika mekanik. Kitab ini memuat secara rinci 50 alat yang diciptakannya.

Tak perlu heran sebenarnya dengan pencapaian teknologi fisika mekanik pada masa kejayaan Islam di Andalusia dan Baghdad. 

Baca juga : Mesir Buka Kembali Makam Raja Djoser Untuk Turis

Begitu banyaknya penemuan luar biasa, saat Andalusia dan Baghdad jatuh, bermacam teori dan penemuan ilmiah itu dicuri Barat dan diklaim sebagai hasil olah cipta mereka.

Seperti cermin kaca yang diklaim pertama kali ditemukan di Venesia pada abad ke 13 M. Padahal dua abad sebelum itu, tepatnya di abad ke 11 M, di Andalusia sudah marak pembuatan cermin kaca bahkan sudah diekspor sampai ke Suriah.  

Lalu teori untuk menghitung kecepatan benda yang selama ini diklaim sebagai buah pikir Galileo, sejatinya adalah hasil pemikiran Ibnu Bajah.

Dalam teorinya, Ibnu Bajah menyebutkan bahwa kecepatan benda yang bergerak sama dengan kekuatan gerak. Teori ini nantinya menjadi dasar ilmu fisika mekanik yang masih digunakan hingga saat ini.

Di dunia medis dikenal teknik anestesi inhalasi untuk pembedahan. Disebutkan bahwa ilmuwan CW Long sebagai penemunya. Padahal berabad sebelum itu, dokter Muslim az-Zahrawi dan Ibn Zuhr telah mengenalkan teknologi sederhana sebagai cikal-bakal teknik ini. 

Begitu pesatnya kemajuan teknologi yang dimiliki Muslimin pada saat itu, hingga tersebutlah kalau ada temuan baru hari ini, bila ditelusuri ke belakang maka ada kontribusi buah pikir cendekiawan Muslim di dalamnya.

 

Jakarta, 14/9/2021

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA