Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Gus Qoyyum: Meski Pengobatan Nabawi tak Wajib Tapi Berkah

Selasa 14 Sep 2021 23:44 WIB

Rep: Bowo Pribadi / Red: Nashih Nashrullah

Pengobatan Nabawi yang dicontohkan Rasulullah SAW datangkan keberkahan. Pengobatan herbal/ilustrasi

Pengobatan Nabawi yang dicontohkan Rasulullah SAW datangkan keberkahan. Pengobatan herbal/ilustrasi

Pengobatan Nabawi yang dicontohkan Rasulullah SAW datangkan keberkahan

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG— Syariat Islam, secara khusus,  memang tidak memerintahkan untuk menggunakan cara pengobatan sebagaimana Nabi Muhammad SAW lakukan. Tetapi jika pengobatan cara Rasulullah tersebut digunakan akan bisa mendatangkan berkah, terutama dari aspek kesehatan. 

Ikatan iman dalam jiwa seseorang karena menggunakan obat maupun cara pengobatan yang digunakan Nabi Muhammad akan mampu memberikan efektivitas dan pada akhirnya juga bisa memberikan kesembuhan. 

Baca Juga

Hal ini terungkap dalam kegiatan webinar Farmakologi dalam Sejarah Islam, yang digelar Forum Doktor Unissula (FDU) bersama Lembaga Kajian dan Pengamalan Nilai Nilai Islam (LKPI) Unissula dan Prodi Farmasi FK Unissula, Selasa (14/9). 

Dalam kesempatan webinar kali ini, KH Abdul Qoyyum Mansur, menjelaskan merujuk pada kitab Muqaddimah Ibn Khaldun, ada sejumlah rekomendasi perihal cara-cara pengobatan yang pernah dilakukan Rasulullah SAW. 

Beberapa rekomendasi pengobatan Rasulullah dari kitab Muqaddimah Ibn Khaldun tersebut, antara lain dengan habbatussauda, buah delima dan jahe untuk meningkatkan daya ingat kognitif dan kesehatan jantung. 

Kemudian buah mentimun untuk kecantikan, mengatasi insomnia serta bronchitis. "Itu semua merupakan cara pengobatan ala Rasulullah dari jalur aqliyah," jelas ulama yang akrab disapa Gus Qoyyum tersebut. 

Sedangkan untuk jalur ilahiyah, antara lain tujuh kurma di pagi hari sebelum mengonsumsi sesuatu agar tidak gampang terkena racun dan sihir. Kemudian bekam dan debu Kota Madinah. 

"Termasuk juga ayat- ayat tertentu dari Alquran yang digabung dengan ikhtiar pengobatan secara medis (melalui bantuan dokter) dalam upaya mendapatkan berkah kesembuhan dari penyakit yang diderita," tambahnya. 

Selanjutnya, pengasuh pondok pesantren (ponpes) An-Nur Lasem, Kabupaten Rembang ini jiga mengatakan, tidak ada syariat yang secara eksplisit memerintahkan untuk menggunakan pengobatan cara Nabi Muhammad. 

Tidak diharuskan pula setiap orang, setiap pasien menggunakan obat-obatan dan cara pengobatan yang telah dipakai oleh Nabi Muhammad tersebut, karena memang tidak ada ketetapan syariatnya. 

"Tetapi,jika pengobatan itu digunakan, insya Allah  akan mampu mendatangkan  keberkahan, ikatan iman dalam jiwa seseorang karena memakai obat yang dipakai oleh Nabi akan memberi kesembuhan," tegasnya. 

Sementara itu, Rektor Unissula, Drs Bedjo Santoso MT PhD, menjelaskan webinar ini adalah salah satu program LKPI Unissula, selain menyusun buku babun yang berisi tentang islamisasi ilmu pengetahuan. 

Sehingga nantinya para dokter tidak lagi hanya menjelaskan tentang penyakit yang dialami  karena tidak bekerjanya organ tertentu. Namun dokter juga bakal berbicara dari aspek estimologi Islam. 

"Harapan kami buku babun tersebut, nantinya, dapat menjadi patokan sekaligus rujukan bagi ilmu bidang kesehatan," kata dia. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA