Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

AS Mulai Gulirkan Program Penyatuan Keluarga Migran Ilegal

Rabu 15 Sep 2021 02:16 WIB

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Christiyaningsih

Anak-anak imigran yang ditampung dalam pusat detensi di daerah perbatasan di Amerika Serikat

Anak-anak imigran yang ditampung dalam pusat detensi di daerah perbatasan di Amerika Serikat

Foto: Forbes
Orang tua yang berstatus migran ilegal dapat bertemu kembali dengan anak-anaknya

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Pemerintahan Biden membuat program baru bagi para migran ilegal yang terpisah dari anak-anak mereka akibat kebijakan Trump saat memerintah pada 2017 dan 2018 lalu. Program baru ini mencakup portal web yang memungkinkan orang tua menghubungi pemerintah AS untuk memulai proses penyatuan kembali.

Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas mengadakan panggilan virtual dengan keluarga yang bersatu kembali bulan lalu. “Dia menjelaskan dengan sangat jelas bahwa permintaan maaf saja tidak cukup, bahwa kami benar-benar perlu melakukan lebih banyak untuk mereka dan kami menyadari itu,” kata Michelle Brané, Direktur eksekutif Gugus Tugas Reunifikasi Keluarga dilansir AP pada Senin (13/9).

Situs dan kampanye penjangkauan untuk mempromosikannya akan dilakukan dalam bahasa Inggris, Spanyol, Portugis, dan beberapa bahasa asli Amerika Tengah. Sebagian besar orang tua diyakini berada di Guatemala, Honduras, Meksiko, dan Brasil. Mereka sering kekurangan paspor dan sarana untuk bepergian ke ibu kota negara mereka sendiri, apalagi kembali ke AS untuk mencoba masuk ke perbatasan.

Setelah orang tua yang terpisah dari anak-anak mereka ditemukan, AS akan bekerja dengan Organisasi Internasional untuk Migrasi guna membantu orang mendapatkan paspor dan dokumen lainnya dan kembali ke Amerika Serikat (AS). Di AS mereka akan mendapatkan izin kerja, tempat tinggal selama tiga tahun dan beberapa dukungan jasa.

Lee Gelernt, wakil direktur proyek hak-hak imigran ACLU, menyambut baik upaya diperluas pemerintahan Biden sebagai 'langkah pertama yang penting', meskipun ia yakin para migran harus mendapatkan lebih dari tiga tahun tempat tinggal. "Pada akhirnya, kami membutuhkan keluarga untuk diberikan status hukum permanen mengingat apa yang sengaja dilakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap keluarga-keluarga ini," kata Gelernt.

ACLU sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah untuk memberikan beberapa kompensasi kepada keluarga sebagai bagian dari pembicaraan penyelesaian. Brané mengatakan pemerintah mengakui bahwa perlu menemukan solusi jangka panjang yang lebih baik untuk memberikan stabilitas bagi keluarga. Akan tetapi akan membutuhkan lebih banyak waktu, dan mungkin tindakan dari Kongres, untuk mencapai tujuan itu.

Kontrak dengan IOM, sebuah organisasi antar-pemerintah, dan upaya yang diperluas untuk menemukan orang tua migran dan membantu mereka mencapai AS pada awalnya direncanakan untuk berjalan selama satu tahun tetapi dapat diperpanjang jika perlu. "Kami akan terus mencari orang sampai kami merasa bahwa kami sudah kehabisan pilihan," katanya.

Upaya ini dilakukan di tengah peningkatan selama setahun terakhir dalam jumlah migran yang berusaha melintasi perbatasan AS-Meksiko, terutama anak-anak yang bepergian sendiri, sebagian karena kejahatan dan kemiskinan di Amerika Tengah.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA