Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

China dan Singapura Perkuat Investasi dan Ekonomi Digital

Selasa 14 Sep 2021 17:14 WIB

Red: Nur Aini

Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat dan Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan pada Senin (13/9) dalam hari pertama kunjungan kerjanya ke Singapura.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat dan Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan pada Senin (13/9) dalam hari pertama kunjungan kerjanya ke Singapura.

China masih merupakan mitra dagang terbesar Singapura

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat dan Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan pada Senin (13/9) dalam hari pertama kunjungan kerjanya ke Singapura.

Dalam pernyataannya pada Senin malam, Kementerian Luar Negeri Singapura menyampaikan Wang dan Heng mencatat hubungan sangat baik antara Singapura dan China, dan kemajuan yang dicapai dalam memperdalam kerja sama, bahkan di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga

Kedua negara juga menantikan pertemuan Dewan Gabungan Kerja Sama Bilateral (JCBC) ke-17 pada tahun ini, yang akan diketuai bersama oleh Heng dan Wakil Perdana Menteri China dari Dewan Negara Han Zheng.

“JCBC akan memfasilitasi diskusi tentang kerja sama di bidang-bidang seperti perdagangan dan investasi, keuangan, ekonomi digital, kesehatan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan, dan memetakan jalan ke depan untuk bidang kerja sama baru,” kata Kementerian.

Dalam sebuah unggahan Facebook, Heng menyoroti pentingnya JCBC karena negara-negara menavigasi masa depan yang lebih tidak pasti dan kompleks. Wang juga bertemu Balakrishnan yang membahas upaya penguatan hubungan kedua negara seperti penjajakan kerja sama ekonomi digital.

“[Kedua negara] menantikan pemberlakuan awal Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), yang telah diratifikasi oleh Singapura dan China,” kata Kementerian.

Mereka juga bertukar pandangan tentang perkembangan regional dan internasional, termasuk upaya memperdalam kerja sama antara ASEAN dan China, dalam rangka peringatan 30 tahun hubungan dialog ASEAN-China tahun ini.

China mitra dagang terbesar Singapura

Menurut statistik Enterprise Singapore, sebuah badan di bawah Kementerian Perdagangan dan Industri, perdagangan eksternal dan perdagangan Singapura dengan China sama-sama turun pada tahun 2020, tetapi China tetap menjadi mitra dagang terbesarnya.

Angka impor dan ekspor Singapura untuk tahun 2020 adalah 969,1 miliar dollar Singapura (Rp 10,2 kuadrilliun) turun 5,2 persen year-on-year.

Dalam hal perdagangan Singapura-China, impor dan ekspor Singapura ke China pada tahun 2020 bernilai 136,2 miliar dollar Singapura, turun 0,8 persen year-on-year. Meskipun pandemi telah menyebabkan penurunan dalam perdagangan bilateral, China masih merupakan mitra dagang terbesar Singapura.

Perdagangan bilateral Singapura-China JUGA telah memberikan kontribusi yang stabil terhadap pertumbuhan ekonomi Singapura. Pada tahun 2020, surplus perdagangan Singapura dengan China tumbuh karena pertumbuhan ekspornya ke China melampaui pertumbuhan impor dari China. Surplus perdagangan Singapura dengan China pada tahun 2020 adalah 5,48 miliar dollar Singapura, naik dari 3,53 miliar dollar Singapura pada 2019.

Singapura adalah perhentian ketiga dalam tur Wang Yi ke Asia Tenggara, setelah mengunjungi Vietnam dan Kamboja. Wang akan mengunjungi Korea Selatan setelah meninggalkan Singapura.

Upaya menandingi AS

 

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/china-dan-singapura-bidik-penguatan-investasi-dan-ekonomi-digital/2363937
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA