Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Kasus Covid Turun, Epidemiolog: Masyarakat Jangan Kebablasan

Selasa 14 Sep 2021 12:51 WIB

Red: Bayu Hermawan

Pengunjung mengakses aplikasi pedulilindungi sebelum memasuki kawasan Mbloc Space, Jakarta (ilustrasi)

Pengunjung mengakses aplikasi pedulilindungi sebelum memasuki kawasan Mbloc Space, Jakarta (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Fauzan
Ahli epidemilogi minta masyarakat tetap waspada meski Covid-19 menurun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli epidemiolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Riris Andono Ahmad, meminta masyarakat di tetap waspada meskipun kasus Covid-19 terus menunjukan tren penurunan. Riris meminta masyarakat tidak lalai, dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Saat kasus terus menurun, masyarakat diimbau jangan sampai kebablasan menyikapi kondisi itu karena selalu ada potensi kasus naik lagi," katanya di Jakarta, Selasa (14/9).

Baca Juga

Pada Senin (13/9) penambahan kasus baru Covid-19 tercatat 2.577, angka terendah sejak Juli 2021. Kendati demikian, tetap berperilaku aman dan hati-hati wajib dilakukan setiap orang.

Menurutnya, kasus Covid-19 memang seharusnya terus menurun, salah satunya dikarenakan pemerintah terus melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat secara berkesinambungan. Penurunan kasus Covid-19 juga dikarenakan adanya kombinasi antara kebijakan PPKM dengan program vaksinasi yang terus diupayakan pemerintah. 

Dua hal itu akan semakin maksimal bila masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. "PPKM memang fokus pada pengaturan mobilitas masyarakat. Sekarang tinggal pengaturan mobilitasnya seberapa ketat menggunakan tingkatan PPKM," ujarnya.

Baca juga : Pedagang Mie dan Bakso Semarang Gagas Cegah Covid-19

Penegakan sikap tegas dan konsisten tetap perlu diberlakukan bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan karena bisa mempercepat penurunan kasus Covid-19. "Kalau melanggar tentu dapat memberlakukan denda atau sanksi, dan yang disiplin juga harus diapresiasi," katanya.

Pemerintah memutuskan kembali memperpanjang PPKM sampai 20 September 2021. Ketua Satuan Tugas PPKMPulau Jawa-Pulau Bali, Luhut Pandjaitan, mengatakan pemerintah akan terus memberlakukan PPKM di Pulau Jawa dan Pulau Bali, maupun di luar kedua pulau itu dengan evaluasi setiap pekan.

"Arahan presiden, perintah kepada kami, kita tidak akan mengakhiri PPKM ini sampai betul-betul Covid-19 terkendali," ujarnya.

Luhut juga mewanti-wanti masyarakat di wilayah yang mengalami penurunan tingkatan PPKM, jangan sampai terjadi euforia yang akan menimbulkan masalah baru atau peningkatan kasus.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA