Selasa 14 Sep 2021 11:41 WIB

13 Pemuda Kepulauan Seribu Ikuti Sertifikasi Selam

Warga Kepulauan Seribu diharapkan bisa menjadi pemandu wisata selam.

Kapal penyeberangan pengangkut penumpang bersiap sandar di dermaga Pelabuhan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta, Sabtu (17/7/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup layanan penyeberangan menuju Kepulauan Seribu untuk wisatawan selama Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, baik di Kaliadem maupun Dermaga Marina Ancol. Layanan penyeberangan hanya diperbolehkan untuk warga ber-KTP Kabupaten Kepulauan Seribu dan mereka yang bertugas di Kepulauan Seribu.
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Kapal penyeberangan pengangkut penumpang bersiap sandar di dermaga Pelabuhan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta, Sabtu (17/7/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup layanan penyeberangan menuju Kepulauan Seribu untuk wisatawan selama Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, baik di Kaliadem maupun Dermaga Marina Ancol. Layanan penyeberangan hanya diperbolehkan untuk warga ber-KTP Kabupaten Kepulauan Seribu dan mereka yang bertugas di Kepulauan Seribu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 13 pemuda perwakilan enam kelurahan di Kepulauan Seribu, Jakarta, mengikuti sertifikasi selam penyelamatan (rescue) untuk menyiapkan tenaga ahli dan profesional dalam spesialisasi penyelaman lepas pantai (offshore) atau tenaga teknis penyelamatan.

"Ini kegiatan yang positif untuk masyarakat Kepulauan Seribu, mudah-mudahan kegiatan sertifikasi Selam Rescue atau A3 ini bisa berlanjut," kata Wakil Camat Kepulauan Seribu Utara, Yulihardi.

Kegiatan itu merupakan hasil kerja sama dengan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Panggang Wisata Bahari dan PT Nusantara Regas Tbk. Ia menyampaikan, kegiatan ini sebelumnya diawali dari tingkat selam air permukaan (open water), kemudian "advanced" atau A2 dan sekarang A3 yaitu "rescue".

Ia berharap, dengan memiliki sertifikat selam "rescue" itu, masyarakat dapat lebih mudah untuk mencari pekerjaan di masa pandemi Covid-19 ini. "Kami berharap, mudah-mudahan masyarakat bisa menjadi pemandu atau 'tour guide' wisata selam di wilayah Kepulauan Seribu," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Nusantara Regas Fatma Ully Artha mengatakan program tanggung jawab sosialnya (CSR) di bidang pemberdayaan masyarakat itu ke depannya diharapkan mampu memberikan manfaat untuk kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya di Kepulauan Seribu.

Kegiatan itu juga wujud komitmen perusahaan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang profesional dalam spesialisasi penyelaman "offshore". "Ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan pelatihan selam bekerja sama dengan LKM Panggang Wisata Bahari dan Pemkab Kepulauan Seribu," tutupnya.

Sertifikasi selam "rescue" pada dasarnya berfungsi sebagai lisensi penyelam dalam melakukan penyelamatan. Untuk mendapatkan lisensi selam itu harus melalui proses yang terbagi menjadi beberapa tingkatan, dari yang paling dasar untuk pemula, seperti pembelajaran alat selam, keterampilan selam dan pengetahuan teori mengenai penyelaman, kemudian meningkat menjadi seorang penyelam profesional.

Seorang penyelam yang memiliki "rescue license" harus bisa menolong penyelam lain, mengidentifikasi dan mencegah masalah yang mungkin dapat terjadi baik pada situasi dan alat selam, serta menangani keadaan darurat.

Materi penyelam "rescue" (rescue diver) yang akan dipelajari antara lain adalah cara mengatasi penyelam yang panik, mengatasi penyelam yang tak sadarkan diri, mencari penyelam yang hilang saat menyelam, memberikan oksigen darurat dan sebagainya.

Sebelum mengikuti kursus "rescue diver", umumnya diharuskan sudah melakukan pelatihan pemberian pertolongan pertama (first aid) dan CPR (cardiopulmonaryresuscitation/resusitasi jantung paru) dalam dua tahun terakhir.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement