Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Mantan Pemain PSG Kritik Sergio Ramos

Selasa 14 Sep 2021 09:24 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Israr Itah

Rekrutan baru Paris Saint-Germain Sergio Ramos.

Rekrutan baru Paris Saint-Germain Sergio Ramos.

Foto: EPA-EFE/CHRISTOPHE PETIT TESSON
Jerome Rothen menilai PSG sia-sia merekrut Sergio Ramos.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) Jerome Rothen mengritik penandatanganan Sergio Ramos musim panas ini. Ramos belum melakukan debutnya karena cedera dan diperkirakan akan turun, paling lambat 22 September melawan Metz.

Menurut Rothen cedera otot betis jelang akhir kariernya merupakan berita buruk. Pasalnya cedera tersebut jarang bisa disembuhkan sepenuhnya. 

Baca Juga

"Ketika seorang pemain mencapai usia tertentu, dia perlu memainkan sejumlah pertandingan untuk kembali ke performanya. Apakah dia bisa kembali ke level teratas jika dia terus-menerus merasakan sakit di betisnya? Saya sangat ragu tentang itu,” kata Rothen dilansir dari Marca, Selasa (14/9).

Rothen yang juga seorang komentator RMC Sport menilai Marquinhos dan Presnel Kimpembe memiliki dampak besar di ruang ganti. Itu menepis anggapan bahwa Ramos akan mengubah mentalitas di ruang ganti. Justru Marquinhos dan Kimpembe diklaim jauh di atas Ramos dalam hal pengaruh.

Menurut dia, keterampilan dalam hal motivasi tak cukup bagi Ramos dilakukan di PSG. Ramos perlu banyak membuktikan di lapangan.

"Jika dia tidak mampu melakukan itu, tidak ada gunanya memiliki dia. Itu sebabnya saya merasa bahwa menandatangani Ramos adalah ide yang buruk untuk PSG,” ujarnya.

Ramos didatangkan PSG sebagai agen bebas setelah negosiasi perpanjangan kontrak di Real Madrid gagal. Selain Ramos, PSG juga mendatangkan Lionel Messi, Georginio Wijnaldum, dan Gianluigi Donnarumma secara gratis. Mereka hanya membayar kedatangan Archaf Hakimi dari Inter Milan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA