Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Dirut BRI: Holding tak Ubah Model Bisnis PNM dan Pegadaian

Selasa 14 Sep 2021 01:04 WIB

Rep: M Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha

Direktur Utama BRI Sunarso

Direktur Utama BRI Sunarso

Foto: BRI
Holding ultra mikro memberikan jangkauan layanan lebih luas pada masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI Sunarso mengatakan holding ultramikro tidak akan mengubah model bisnis PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Sunarso menjamin model bisnis Pegadaian dan PNM tidak berubah, kecuali untuk tuntutan digitalisasi. 

Sunarso menilai akselerasi digitalisasi merupakan hal yang harus dilakukan dalam menghadapi kondisi saat ini. "Perlu dicatat penggabungan ini bukan merger, entitas masing-masing masih ada sehingga karena bukan merger maka tidak ada yang melebur ke mana pun," ujar Sunarso saat penandatangan perjanjian pengalihan saham dalam rangka pembentukan holding ultramikro di Jakarta, Senin (13/9).

Sunarso menyampaikan sinergitas holding ultramikro merupakan upaya pemerintah dalam membantu problem yang selama ini dihadapi para pelaku usaha ultra mikro yakni kendala akses perbankan dan pelayanan pendukung lainnya. 

Sunarso mengatakan segmen ultra mikro memiliki biaya operasional dan risiko yang cukup tinggi lantaran memerlukan begitu banyak jaringan dan sumber daya manusia. "Kehadiran holding ini menjadi cara dalam menekan tingginya risiko dan biaya operasional segmen ultramikro dengan kolaborasi dan digitalisasi," ungkap Sunarso.

Sunarso berharap holding ultramikro dapat semakin mengoptimalkan nilai tambah bagi nasabah, karyawan anggota holding, hingga pemerintah. Sunarso mengatakan holding ultra mikro ini bisa memberikan jangkauan layanan lebih luas kepada masyarakat dengan pilihan produk yang beragam dengan harga yang lebih murah karena proses akan lebih efisien melalui kolaborasi berbagai item di lokasi, kemudian penggunaan digital bersama.

"Itu bisa melayani masyarakat sebanyak mungkin, dengan biaya semurah mungkin, karena prosesnya dilakukan seefisien mungkin," lanjut Sunarso.

Sunarso menyebut para karyawan di tiga BUMN anggota holding juga memiliki kesempatan dalam mengembangkan potensi dan karir ke depan dengan adanya ekosistem tersebut. Kata Sunarso, holding ultramikro juga akan memberikan manfaat bagi pemerintah lantaran adanya basis data ekonomi ultra mikro yang terintegrasi. Menurut Sunarso, hal ini akan memudahkan pemerintah dalam memberikan penyaluran berbagai stimulus.

"Untuk pemegang saham, ini penting, dengan dibentuknya holding ini, pemegang saham yakin BRI punya kepastian sumber pertumbuhan dan sumber pertumbuhan tidak mesti memaksaan BRI naik ke atas mencari yang besar, karena sumber pertumbuhan dipasok dari bawah, dari ultra mikro," kata Sunarso menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA