Senin 13 Sep 2021 14:23 WIB

Vietnam Beri Peringatan Banjir dan Longsor Badai Conson

Peringatan banjir dan longsor tetap dikeluarkan meski kekuatan badai melemah.

Pemerintah Vietnam pada Senin (13/9) memperingatkan risiko banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh Conson.
Foto: Kham/Reuters
Pemerintah Vietnam pada Senin (13/9) memperingatkan risiko banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh Conson.

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI -- Pemerintah Vietnam pada Senin (13/9) memperingatkan risiko banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh Conson. Peringatan tetap dikeluarkan meskipun kekuatan badai tropis tersebut melemah pada akhir pekan.

Badan Penanggulangan Bencana Vietnam, dilaporkan reuters, menyebutkan, hujan deras yang dibawa oleh badai tropis Conson telah menewaskan satu orang, merusak 31 rumah dan membanjiri lebih dari 1.000 hektare sawah di Vietnam tengah. Pihak berwenang pekan lalu menempatkan 500.000 tentara untuk bersiaga, menyiapkan rencana evakuasi, dan memerintahkan kapal untuk tetap berada di pelabuhan ketika Vietnam bersiap menghadapi Conson.

Baca Juga

"Daerah-daerah dari Quang Binh hingga Quang Ngai dan Kon Tum menghadapi ancaman tanah longsor dan banjir," kata badan cuaca Vietnam dalam sebuah pernyataan.

Sejauh ini belum ada kerusakan yang dilaporkan di perkebunan kopi di Dataran Tinggi Tengah, kawasan pertanian utama negara itu.

"Perkebunan kopi aman dan kami berharap mulai panen pada November," kata petani kopi Tran Dinh Trong, dari provinsi Dak Lak di Dataran Tinggi Tengah.

Vietnam rentan terhadap badai dan banjir besar karena garis pantainya yang panjang. Bencana alam, terutama banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh badai, telah menewaskan 379 orang dan melukai 1.060 lainnya di negara itu tahun lalu.

Di tempat lain, Topan Chanthu melemah setelah menghantam wilayah paling utara Filipina pada Sabtu, kata badan cuaca setempat. Pihak berwenang di Shanghai dan wilayah pesisir sekitarnya telah membatalkan penerbangan, serta menangguhkan sekolah, kereta bawah tanah dan kereta api, ketika Chanthu bergerak mendekati China.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement