Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

4 Nasihat untuk Orang yang Takut Mati dan Gemar Waswas

Senin 13 Sep 2021 08:52 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Berdzikir bisa memberikan dampak ketenangan bagi orang waswas. Ilustrasi dzikir

Berdzikir bisa memberikan dampak ketenangan bagi orang waswas. Ilustrasi dzikir

Foto: Republika TV
Berdzikir bisa memberikan dampak ketenangan bagi orang waswas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seorang pendakwah Islam, Syekh Ashraf El Fil menerima pertanyaan dari seseorang yang selalu berpikiran waswas dan takut mati karena banyak dosa yang telah dilakukannya. 

Menanggapi pertanyaan itu, Syekh Ashraf kemudian memberikan empat nasihat kepadanya.

Baca Juga

Dikutip dari laman Masrawy, berikut empat nasihat bagi orang waswas dan takut mati.

Pertama, menurut Syekh Ashraf El Fil, orang yang was-was tersebut harus memperbanyak wudhu, dan menghilangkan pikiran waswas selama wudhu.

Kedua, orang tersebut juga harus menjaga sholat tepat waktu dan tidak memperhatikan orang yang waswas dalam sholat.

Ketiga, sebaiknya orang yang waswas dan takut mati juga membaca ayat Alquran setiap hari.

Keempat, orang tersebut juga harus membaca dzikir "لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه", yang artinya “Tidak ada tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya”.

Menurut Syekh Ashraf El Fil, dzikir tersebut kalau mampu dibaca sebanyak 1.000 sampai 10 ribu kali setiap harinya, dan tetap istiqomah selama sebulan. 

Baca juga : Balasan Bagi yang Menjaga dan Meninggalkan Sholat

Namun, jika tidak mampu membaca dzikir sebanyak itu, bisa membaca Surat Al Baqarah setiap hari. Dia pun mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:  

الشيطان جاثم على قلب ابن آدم فإذا ذكر الله خنس وإذا غفل وسوس له “Setan tinggal didalam hati anak Adam, jika manusia berdzikir kepada Allah, setan bersembunyi, namun jika lalai, dia menebarkan waswas.”

Syekh Ashraf El Fil menambahkan, jika pikiran waswas tidak hilang setelah melaksanakan empat nasihat tersebut, maka orang tersebut harus pergi ke psikiater.

 

Sumber: masrawy 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA