Wednesday, 14 Rabiul Awwal 1443 / 20 October 2021

Wednesday, 14 Rabiul Awwal 1443 / 20 October 2021

Studi: Masker Kain Efektif Tangkal Virus Hingga Setahun

Senin 13 Sep 2021 07:32 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Peneliti sebut masker kain bisa membantu mengurangi limbah selama pandemi.

Peneliti sebut masker kain bisa membantu mengurangi limbah selama pandemi.

Foto: www.freepik.com.
Peneliti sebut masker kain bisa membantu mengurangi limbah selama pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika kasus Covid-19 kembali meningkat, para ahli merekomendasi penggunaan masker dobel: masker bedah dan masker kain. Berbicara soal daya tahan, masker bedah sudah jelas hanya boleh sekali pakai, tapi bagaimana dengan masker kain?

Para peneliti dari University of Colorado Boulder menemukan bahwa mencuci dan mengeringkan masker kain, tidak mengurangi kemampuan masker kain dalam menyaring partikel virus. Bahkan masker kain masih efektif hingga satu tahun lamanya.

Baca Juga

Kabar baik lainnya, penggunaan masker kain dapat membantu mengurangi limbah medis. Mengingat sejak pandemi, setidaknya ada 7.200 ton limbah medis setiap harinya.

"Ini kabar baik untuk sustainablity. Masker katun yang telah kamu cuci, keringkan, masih baik-baik saja. Jangan dibuang," kata Marina Vance, asisten profesor di University of Colorado Boulder seperti dilansir dari The Ladder, Senin (13/9).

Vance dan tim membuat ujicoba dengan menggunakan masker kain berbahan katun, lalu mencuci dan mengeringkannya berulang kali hingga 52 kali, atau setara dengan pencucian mingguan selama setahun. 

Meskipun masker tidak diuji pada manusia, peneliti menggunakan kondisi kehidupan yang riil seperti dari tingkat kelembaban, perubahan suhu, seolah-olah digunakan selama empat musim.

Meskipun serat kain berumbai dari waktu ke waktu, para peneliti mengatakan bahwa pencucian dan pengeringan berulang kali tidak mengurangi keefektifan masker kain. Namun peneliti mencatat, bahwa masker kain membuat pengguna sedikit lebih sulit untuk menghirup udara.

"Ada catatan penting untuk penelitian ini: Tidak boleh ada celah antara masker kain dan wajah pemakainya," kata Vance. 

Di sisi lain penelitian juga menemukan bahwa masker N95 adalah yang terbaik melawan Covid-19, diikuti oleh masker bedah dan masker kain. Masker N95 dan KN95 mampu menyaring 83 persen hingga 99 persen partikel.

Lalu masker kain katun mampu menyaring hingga 23 persen dari ukuran partikel terkecil yang dapat dilalui virus. Sementara masker bedah dapat menyaring hingga 88 persen partikel kecil yang dapat membawa virus corona.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA