Ahad 12 Sep 2021 17:13 WIB

Produksi Padi di Lampung Tertinggi Nasional

Lampung juga menopang sekitar 40 persen kebutuhan produk pangan DKI Jakarta.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Dwi Murdaningsih
Para petani di wilayah Lampung kini sedang gandrung mengembangkan padi gogo di lahan kering, terutama di bekas lahan karet dan kelapa sawit.
Foto: Kementan
Para petani di wilayah Lampung kini sedang gandrung mengembangkan padi gogo di lahan kering, terutama di bekas lahan karet dan kelapa sawit.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Kementrian Pertanian (Kementan) menetapkan produksi padi di Provinsi Lampung tertinggi secara nasional pada tahun 2019-2020. Wapres Ma’ruf Amin akan memberikan penghargaan kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Senin (13/9).

Penetapan Provinsi Lampung sebagai provinsi tertinggi produksi padi di Indonesia tertuang dalam Petikan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 465/Kpts/KP.590/M/08/2021 tanggal 13 Agustus 2021 tentang  Pemberian Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021.

Baca Juga

“Petikan Keputusan Menteri Pertanian RI tersebut disampaikan pihak Kementerian Pertanian kepada Gubernur Lampung pada  Minggu (12/9),” kata Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Ganjar Jationo dalam keterangan persnya yang diterima, Ahad (12/9).

Dia mengatakan, dalam lampiran keputusan Menteri Pertanian tersebut Provinsi Lampung menduduki peringkat pertama kategori provinsi dengan peningkatan produksi padi tertinggi tahun 2019-2020. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat atas kinerja pemprov yang telah berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Gubernur Lampung Arinal menyatakan, pembangunan sektor pertanian di Provinsi Lampung terus mengalami peningkatan meskipun dalam situasi pandemi Covid-19. Sektor pertanian mampu tumbuh secara positif. Salah satunya dari besaran produksi padi, Provinsi Lampung tahun 2020 mencapai sebesar 2,65 juta ton gabah kering giling (GKG) atau meningkat 22,47 persen dari produksi padi tahun 2019.

Gubernur berkomitmen untuk membangunan sektor pertanian di Provinsi Lampung yang diwujudkan dengan  menentukan  kebijakan strategis, yaitu berupa program Kartu Petani Berjaya (KPB). Program ini diharapkan memberikan berbagai kemudahan kepada petani dalam proses produksi dan pemasaran hasil pertanian. Lampung juga menopang sekitar 40 persen kebutuhan produk pangan DKI Jakarta.

Menurut dia, tumbuh dan berkembangnya sektor pertanian berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung. Data BPS pada 5 Agustus 2021 menyebutkan, tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Lampung cenderung positif. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2021 tumbuh 3,04 persen dan triwulan II-2021 tumbuh 6,69 persen, angka tersebut tertinggi se-Sumatra. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement