Ahad 12 Sep 2021 19:21 WIB

Pembukaan Objek Wisata di Ngawi Tunggu Hasil Uji Coba

Para pengelola tempat wisata di Ngawi juga sudah harus menyiapkan tiket daring.

Wisatawan menghabiskan waktu libur Lebaran dengan berekreasi di Benteng Van Den Bosch, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (11/6/2019).
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Wisatawan menghabiskan waktu libur Lebaran dengan berekreasi di Benteng Van Den Bosch, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (11/6/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, NGAWI -- Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi Raden Rudi Sulisdiana menyatakan pembukaan sejumlah tempat wisata di Kabupaten Ngawi pascaditutup selama penerapan PPKM masih menunggu hasil uji coba yang dilakukan Pemprov Jatim.

"Saat ini uji coba pembukaan wisata, baru dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur. Kami menunggu hasilnya," ujar Raden Rudi Sulisdiana.

Menurut dia, ada empat destinasi wisata di Jatim yang melakukan simulasi pembukaan. Keempatnya berstatus objek wisata besar hasil penunjukan langsung dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yakni, Taman Nasional Bromo; Taman Nasional Baluran, Banyuwangi; serta Jatim Park di Malang, dan Lamongan.

Keempat objek wisata tersebut dipilih melakukan uji coba karena dinilai telah memenuhi sejumlah persyaratan yang telah disiapkan oleh Kemenparekraf dan Kemenkes. Sejumlah persyaratan tersebut adalah protokol "Cleanliness, Health, Safety, and Environtment Sustainability" (CHSE).

Selain itu, seluruh karyawan telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, memiliki sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan, dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

"Jika uji coba pembukaan wisata pada PPKM level 3 berhasil, maka destinasi wisata di seluruh Jatim akan dibuka," katanya.

Ia menjelaskan, sambil menunggu uji coba, pihaknya melakukan sejumlah persiapan guna menyambut jika nantinya wisata di Ngawi telah boleh dibuka. Salah satunya dengan memberikan sosialisasi ke pelaku usaha wisata di Ngawi untuk mempersiapkan diri menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

"Selain itu, nantinya para pengelola tempat wisata di Ngawi juga harus mulai mempersiapkan diri untuk menggunakan tiket secara daring," kata dia.

Dengan tiket daring, diharapkan bisa diketahui perkiraan jumlah wisatawan yang akan berkunjung setiap harinya. Upaya melalui aplikasi PeduliLindungi dan tiket daring tersebut penting untuk mempermudah pemeriksaan pengunjung yang telah divaksin maupun belum. Sehingga, dapat menekan penularan Covid-19.

Tercatat, secara keseluruhan di Kabupaten Ngawi, kasus konfirmasi Covid-19 hingga Jumat (10/9), telah mencapai 7.941 orang. Dari jumlah itu, 7.036 orang di antaranya telah sembuh, 68 lainnya masih dalam perawatan, dan 837 orang meninggal dunia. Tambahan kasus per Jumat (10/9), konfirmasi baru sembilan orang, sembuh 14 orang, dan meninggal dunia tiga orang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement