Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

Dukung Palestina, Protes Massal Terjadi di Yordania

Ahad 12 Sep 2021 08:51 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Mas Alamil Huda

 Polisi Israel bermanuver melewati kompleks Masjid Al Aqsa seusai salat Jumat untuk membubarkan aksi protes merayakan enam tahanan Palestina yang keluar dari Penjara Gilboa, di Kota Tua Yerusalem, Jumat (10/9).

Polisi Israel bermanuver melewati kompleks Masjid Al Aqsa seusai salat Jumat untuk membubarkan aksi protes merayakan enam tahanan Palestina yang keluar dari Penjara Gilboa, di Kota Tua Yerusalem, Jumat (10/9).

Foto: AP/Mahmoud Illean
Aksi ini bentuk solidaritas kepada warga Palestina yang ditahan Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN – Demonstrasi massal digelar di depan Kedutaan Besar Israel di Amman, Yordania. Aksi ini disebut sebagai bentuk solidaritas kepada warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Dilansir dari Wafa News, Sabtu (11/9), para pengunjuk rasa menyatakan penolakan mereka terhadap praktik kekerasan dari administrasi penjara Israel. Padahal mereka menganggap otoritas pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas keselamatan para tahanan.

Para demonstran menyebut aksi solidaritas ini berfokus untuk mendukung tahanan Palestina yang menjadi sasaran pelecehan terus menerus oleh Israel. Kekerasan ini dikatakan adalah pelanggaran berat yang melanggar hukum humaniter internasional.

Organisasi yang memperjuangkan hak tahanan Palestina, PPS memperingatkan terhadap pecahnya konfrontasi terbuka antara warga Palestina di penjara Israel dan Layanan Penjara Israel. Peringatan ini sebagai reaksi dari berbagai kejadian antara tahanan dan penjara Israel.

PPS mengatakan, tindakan hukuman berlebihan yang saat ini dikenakan pada tahanan oleh Layanan Penjara Israel (IPS), berisiko konfrontasi terbuka. Ini menunjukkan bahwa IPS telah memberlakukan tindakan hukuman tambahan pada semua tahanan setelah pelarian enam tahanan dari Penjara Gilboa yang dijaga ketat melalui sebuah terowongan.

IPS dilaporkan menggeledah dengan kekerasan di Penjara Gilboa, melarang tahanan mengakses kantin dan secara paksa memindahkan semua tahanan dari Bagian 3 Gilboa ke Penjara Shatta setelah seorang tahanan menyiramkan air panas ke wajah sipir.  Mereka juga secara paksa memindahkan 34 tahanan dari Seksi 2 Gilboa ke fasilitas penahanan Naqab dan Ofer.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA