Sabtu 11 Sep 2021 06:19 WIB

Vaksinasi Covid-19 di Bandung Sudah Mencapai 70 Persen

Keberhasilan vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung terjadi atas dukungan semua pihak

Rep: fauzi ridwan/ Red: Hiru Muhammad
Wakil wali Kota Bandung Yana Mulyana meninjau Gebyar Vaksinasi Covid-19 SMPN 1 Kota Bandung, bekerjasama dengan alumni SMPN 1 angkatan 1976 dan Resimen Mahasiswa Jawa Barat, di SMPN 1 Kota Bandung, Jalan Ksatrian, Jumat (10/9). Vaksinasi semua kelompok usia masif dilakukan di Kota Bandung sebagai upaya mencapai target hert imuniti khususnya di Kota Bandung dan Indonesia pada umumnya.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Wakil wali Kota Bandung Yana Mulyana meninjau Gebyar Vaksinasi Covid-19 SMPN 1 Kota Bandung, bekerjasama dengan alumni SMPN 1 angkatan 1976 dan Resimen Mahasiswa Jawa Barat, di SMPN 1 Kota Bandung, Jalan Ksatrian, Jumat (10/9). Vaksinasi semua kelompok usia masif dilakukan di Kota Bandung sebagai upaya mencapai target hert imuniti khususnya di Kota Bandung dan Indonesia pada umumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Vaksinasi Covid-19 dosis pertama kepada masyarakat di Kota Bandung sudah mencapai 70.71 persen atau sebanyak 1.350.870 orang. Sedangkan dosis kedua sudah mencapai 884.519 orang atau 45.31 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara mengatakan keberhasilan program vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung terjadi atas dukungan semua pihak. Masyarakat di Bandung yang divaksin sebanyak 70 persen sudah memenuhi target bahkan lebih awal di bulan September.

"Keberhasilan karena dukungan dan kerja sama semua pihak mulai RT, RW,  kelurahan, kecamatan, OPD, pengusaha, masyarakat, organisasi profesi, TNI, dan polri," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (10/9). Ia melanjutkan, fasilitas kesehatan turut menunjang program percepatan vaksinasi Covid-19.

Ahyani mengatakan pihaknya membuka ruang kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk percepatan vaksinasi Covid-19. Setelah vaksinasi Covid-19 mencapai 70 persen, pihaknya masih terus melakukan suntik vaksin di wilayah.

Selain itu, sasaran khusus seperti penyandang disabilitas akan terus digencarkan. Termasuk untuk pelajar atau siswa SMP, SMA dan sederajat serta santri di pesantren."Disamping itu sambil terus untuk sasaran yang belum tervaksinasi," katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan. Menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement