Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

Risiko Tangki Mobil Hampir Kosong, Ini Penjelasannya

Jumat 10 Sep 2021 10:41 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Tangki yang hampir kosong bisa memicu penumpukan kotoran. Ilustrasi mesin mobil

Tangki yang hampir kosong bisa memicu penumpukan kotoran. Ilustrasi mesin mobil

Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA FOTO
Tangki yang hampir kosong bisa memicu penumpukan kotoran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Salah satu kebiasaan buruk pemilik mobil adalah membiarkan volume bahan bakar dalam tangki di bawah level seperempat, bahkan nyaris kosong.

Padahal hal itu menimbulkan risiko kerusakan pada beberapa komponen, dan biaya perbaikannya memerlukan ongkos yang tidak murah.

Baca Juga

Pereli Indonesia dan duta merek Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Rifat Sungkar, menjelaskan membiarkan tangki nyaris kosong mengancam keawetan komponen pompa bensin (fuel pump), sebab serpihan atau kotoran di dalam tangki akan tersedot bersama sisa BBM yang tinggal sedikit.

"Yang namanya fuel pump tugasnya adalah menyedot semua bahan bakar yang menuju ke mesin. Jadi, tidak direkomendasikan untuk kosong banget tangki bensinnya, akan ada potensi fuel pump menyedot kotoran," kata Rifat kepada wartawan secara daring, Kamis (9/9) petang.

Endapan kotoran yang terhisap pompa besin juga membuat filter bensin lebih cepat kotor dan konsumsi BBM menjadi boros. 

Dalam kondisi yang parah, pompa bensin akan menjadi panas kemudian kerusakan bisa menjalar ke komponen lain, misalnya injektor hingga ruang pengapian.

Membiarkan bensin nyaris kosong juga membuat tangki bensin berpotensi karatan karena proses oksidasi dari ruang kosong di dalam tempat penampungan bahan bakar.

Faktor lainnya yang membuat pemilik mobil tidak boleh malas mengisi BBM adalah kondisi lalulintas yang macet. Hal itu membuat perjalanan menuju tempat isi bensin (SPBU) memerlukan waktu lama.

"Bagaimana kalau ada keperluan mendadak, sementara bensin mau habis? Akan membuang waktu untuk mencari SPBU," kata Rifat.

"Apalagi kondisi lalulintas tidak terprediksi, menuju SPBU yang dekat bisa memakan waktu dan khawatir bensin mobilnya habis duluan sebelum sampai di SPBU."  

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA