Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Penyebaran Covid-19 di Jawa Timur Terus Menurun

Jumat 10 Sep 2021 08:09 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nur Aini

Warga mendapatkan vaksinasi COVID-19 di JX International Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/9/2021). Vaksinasi COVID-19 yang bertujuan untuk wewujudkan kekebalan komunal serta percepatan pergerakan ekonomi tersebut menyasar kepada pelaku usaha dengan target sebanyak 10.000 penerima vaksin.

Warga mendapatkan vaksinasi COVID-19 di JX International Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/9/2021). Vaksinasi COVID-19 yang bertujuan untuk wewujudkan kekebalan komunal serta percepatan pergerakan ekonomi tersebut menyasar kepada pelaku usaha dengan target sebanyak 10.000 penerima vaksin.

Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Tidak ada lagi kabupaten/ kota di Jatim yang masuk status PPKM level 4

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Penyebaran COvid-19 di wilayah Jawa Timur terus menurun. Hal itu tergambar dari penilaian situasi Covid-19 Jawa Timur oleh Kementerian Kesehatan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, berdasarkan assesment situasi Covid-19 yang dilakukan Kemenkes RI, per 8 September 2021 tidak ada lagi kabupaten/ kota di Jatim yang masuk status PPKM level 4. Meski demikian, Kabupaten Lamongan masih menjadi satu-satunya kabupaten yang tercatat masuk status level 1.

Baca Juga

Kemudian, ada 19 daerah yang masuk status level 2 yakni Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pasuruan, Pamekasan, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Banyuwangi, Bangkalan. 

Sementara, daerah yang masuk status level 3 tercatat ada 18 kabupaten/ kota. Yaitu Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Magetan, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, dan Kabupaten Blitar.

“Berdasarkan assesment situasi yang dirilis Kemenkes, Alhamdulillah tidak ada lagi kabupaten/ kota di Jatim yang masuk pada level 4,” kata Khofifah, Jumat (10/9).

Khofifah mengatakan, berdasarkan perkembangan level yang ada, situasi Covid-19 Jatim pun menurun ke level 2. Assesment tersebut dilihat dari faktor tingkat kasus terkonfirmasi, tingkat pasien rawat di RS rujukan, tingkat kematian, transmisi komunitas, tingkat testing, tingkat tracing, tingkat treatment, dan sebagainya.

“Dari semua faktor, Alhamdulillah membuat Jawa Timur berada pada tingkat 2 assesment situasi Covid-19 dari Kemenkes RI. Jatim pun juga sudah terbebas dari zona merah,” ujar Khofifah.

Meski demikian, Khofifah meminta semua pihak dapat mempertahankan capaian tersebut. Selain itu, seluruh elemen masyarakat diminta untuk tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Khofifah meyakini, jika masyarakat konsisten disiplin protokol kesehatan, pandemi Covid-19 bisa semakin terkendali.

"Kembali saya mohon kepada semua pihak dan masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, mengikuti vaksinasi. Tracing dan testingnya juga terus kita tingkatkan," kata dia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA