Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Orang Tua Berperan Cegah Anak Terpapar Covid-19

Kamis 09 Sep 2021 17:11 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Orang tua murid merapikan seragam sekolah anaknya sebelum masuk ke dalam kelas di SD Negeri 10 Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (8/9/2021).  ilustrasi

Orang tua murid merapikan seragam sekolah anaknya sebelum masuk ke dalam kelas di SD Negeri 10 Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (8/9/2021). ilustrasi

Foto: ANTARA/JOJON
Risiko anak terpapar COVID-19 tergantung dengan usia dan kondisi anak.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Lampung mengemukakan bahwa peranan orang tua sangatlah penting untuk menjaga anak dari paparan COVID-19. Ketua IDAI Lampung Murdoyo Rahmanoe menjelaskan risiko anak terpapar COVID-19 beragam sesuai dengan kondisi setiap anak.

Kebanyakan anak tidak memiliki gejala saat terpapar COVID-19. Risiko anak terpapar COVID-19 tergantung dengan usia dan kondisi anak. "Bila anak memiliki komorbid tentu sangat berisiko, namun banyak yang tanpa gejala, ini yang harus diwaspadai," ujarnya.

Baca Juga

Menurutnya, peran orang tua dalam menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan konsisten menjadi hal utama, yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19 pada anak."Yang menjadi perhatian adalah keluarga yang sering keluar rumah, bahkan yang sering makan bersama di tempat umum, karena kemungkinan membawa virus kepada anak cukup besar. Jadi peran orang tua melindungi anak dengan penerapan protokol kesehatan harus diupayakan sedemikian rupa," katanya.

Ia mengatakan dalam mendeteksi COVID-19 pada anak cukup sulit, karena tidak memiliki gejala khas."Agak susah untuk deteksi awal COVID-19 pada anak, apalagi bayi karena tidak ada gejala khas. Jadi bila sudah ada gejala khas baru bisa dipastikan melalui tes usap," ujarnya.

Murdoyo menjelaskan bagi orang tua harus lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan saat di luar ataupun kembali ke rumah. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan pada anak serta timbulnya klaster keluarga.

"Kalau sudah menular kepada keluarga yang cukup sulit karena biasa terjadi tanpa sadar. Jadi untuk mencegah ini terjadi tentu yang utama adalah penerapan prokes. Ini tidak bisa dilupakan sebab COVID-19 masih terus berlangsung," katanya.

Berdasarkan pendataan IDAI Lampung yang diperoleh dari dokter anak se-Lampung, jumlah anak yang terpapar COVID-19 selama pandemi berlangsung hampir dua tahun ini berkisar 500 anak. Usianya beragam dari 0 hingga 17 tahun.

Tercatat pernah terjadi peningkatan jumlah kasus COVID-19 pada anak pada Juli lalu. Saat itu kasus tertinggi hingga 33 anak yang positif COVID-19 per minggu dari biasanya sekitar 4 hingga 6 anak.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA