Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Saudi Sambut Baik Dirilisnya Dokumen Rahasia AS Terkait 9/11

Kamis 09 Sep 2021 14:36 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Saudi Sambut Baik Dirilisnya Dokumen Rahasia AS Terkait 9/11. Sebuah bendera AS dipasang di reruntuhan World Trade Center di New York, AS, 13 September 2001 (diterbitkan kembali 03 September 2021). Pada tanggal 11 September 2001, selama serangkaian serangan teror terkoordinasi menggunakan pesawat yang dibajak, dua pesawat diterbangkan ke menara kembar World Trade Center yang menyebabkan runtuhnya kedua menara. Pesawat ketiga menargetkan Pentagon dan pesawat keempat menuju Washington, DC akhirnya menabrak sebuah lapangan. Peringatan 20 tahun serangan teroris terburuk di tanah AS akan diperingati pada 11 September 2021.

Saudi Sambut Baik Dirilisnya Dokumen Rahasia AS Terkait 9/11. Sebuah bendera AS dipasang di reruntuhan World Trade Center di New York, AS, 13 September 2001 (diterbitkan kembali 03 September 2021). Pada tanggal 11 September 2001, selama serangkaian serangan teror terkoordinasi menggunakan pesawat yang dibajak, dua pesawat diterbangkan ke menara kembar World Trade Center yang menyebabkan runtuhnya kedua menara. Pesawat ketiga menargetkan Pentagon dan pesawat keempat menuju Washington, DC akhirnya menabrak sebuah lapangan. Peringatan 20 tahun serangan teroris terburuk di tanah AS akan diperingati pada 11 September 2021.

Foto: EPA-EFE/BETH A. KEISER
Rilis dokumen oleh AS diharapkan mengakhiri tuduhan terhadap Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kedutaan Besar Arab Saudi di Amerika Serikat menyambut baik dirilisnya dokumen rahasia terkait serangan teroris terhadap Amerika Serikat pada 11 September 2001. Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (8/9), Kedubes Saudi mengatakan Kerajaan selalu mendorong transparansi seputar tragedi 11 September.

"Sejak hari yang mengerikan 20 tahun yang lalu itu, kepemimpinan Arab Saudi secara konsisten menyerukan dirilisnya semua materi yang terkait dengan penyelidikan Amerika Serikat atas serangan itu," kata Kedubes Saudi di AS, dilansir di Saudi Gazette, Kamis (9/9).

Baca Juga

Arab Saudi menegaskan kembali dukungannya yang sudah lama untuk deklasifikasi penuh dokumen dan materi apa pun yang berkaitan dengan penyelidikan AS atas serangan teroris. Hal itu dengan harapan bahwa rilis penuh dari dokumen-dokumen ini akan mengakhiri tuduhan tak berdasar terhadap Kerajaan untuk selamanya.

"Seperti yang diungkapkan oleh penyelidikan sebelumnya, termasuk Komisi 9/11 dan perilisan apa yang disebut '28 Halaman', tidak ada bukti yang pernah muncul untuk menunjukkan pemerintah Saudi atau pejabatnya memiliki pengetahuan sebelumnya tentang serangan teroris atau terlibat dalam cara apa pun yang terlibat dalam perencanaan atau pelaksanaannya," kata kedubes Saudi.

Deklasifikasi materi sebelumnya yang berkaitan dengan serangan 11 September, seperti "28 Halaman," hanya mengonfirmasi temuan Komisi 9/11 bahwa Arab Saudi tidak ada hubungannya dengan kejahatan mengerikan ini. Kedubes Saudi menyayangkan klaim palsu seperti itu tetap ada. Karena itu, kedubes Saudi meyakinkan setiap tuduhan Arab Saudi terlibat dalam serangan 11 September adalah keliru.

"Seperti yang telah dibuktikan oleh pemerintahan dari empat presiden AS terakhir, Arab Saudi dengan tegas mengutuk dan mengecam kejahatan tercela yang terjadi terhadap Amerika Serikat, sekutu dan mitra dekatnya," kata Kedubes.

Baca juga : Mantan Presiden Ghani Minta Maaf Kepada Rakyat Afghanistan

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA