Wednesday, 23 Jumadil Akhir 1443 / 26 January 2022

Wednesday, 23 Jumadil Akhir 1443 / 26 January 2022

Bank Mandiri Kaji Rencana Akuisisi Bank Digital

Rabu 08 Sep 2021 18:25 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Gita Amanda

Customer service membantu nasabah melakukan aktivasi aplikasi mobile banking Livin Bank Mandiri di Kantor Cabang Mal Senayan City, Jakarta, Selasa (7/9). Pola transaksi nasabah selama masa pandemi secara tidak langsung mulai bergeser dari transaksi tunai ke digital. Tercatat hingga Juni 2021 jumlah pengguna Livin by Mandiri yang terdaftar telah mencapai 7,8 juta user dengan nilai transaksi mencapai Rp 728,9 triliun atau tumbuh 59% secara year on year (YoY).Prayogi/Republika.

Customer service membantu nasabah melakukan aktivasi aplikasi mobile banking Livin Bank Mandiri di Kantor Cabang Mal Senayan City, Jakarta, Selasa (7/9). Pola transaksi nasabah selama masa pandemi secara tidak langsung mulai bergeser dari transaksi tunai ke digital. Tercatat hingga Juni 2021 jumlah pengguna Livin by Mandiri yang terdaftar telah mencapai 7,8 juta user dengan nilai transaksi mencapai Rp 728,9 triliun atau tumbuh 59% secara year on year (YoY).Prayogi/Republika.

Foto: Prayogi/Republika.
Mandiri memiliki ekosistem customer based sebanyak 31 juta, pendanaan dan pembiayaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Mandiri Tbk tengah mengkaji rencana akuisisi bank digital. Hal itu demi memperluas layanan digital banking perseroan.

"Disaat bersamaan kita terus kaji kemungkinan potensi inisiatif termasuk misalnya akuisisi digital banking seperti bank-bank lain. Tentu ini jadi sesuatu yang kita kaji sangat serius, tapi too early ngomongin (detailnya) sekarang," ujar Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo dalam Public Expose yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/9).

Baca Juga

Saat ini, kata dia, Bank Mandiri sudah memiliki ekosistem customer based sebanyak 31 juta, baik dari pendanaan maupun pembiayaan. Jumlah nasabah tersebut, lanjutnya, belum termasuk dari anak usaha yang bergerak di bidang bank syariah, asuransi, pensiunan, serta lainnya.

"Kita akan bangun kapabilitas kita, 65 persen punya portofolio di wholesale yang hari ini kita kerjakan. Nantinya kita akan launching dan perkuat kapabiliti kita di digital banking. Kami akan launching pas Bank Mandiri ulang tahun pada Oktober," tuturnya.

Ia yakin perseroan memiliki kemampuan membangun kapabilitas digital. Jadi biaa memenuhi apa yang diharapkan, sekaligus menarik banyak nasabah baru.

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menambahkan, sampai sekarang belum ada nama bank digital yang akan diakuisisi oleh Bank Mandiri. "Apakah kita ada rencana untuk membeli bank untuk digital banking. Saat ini belum ada rencana pembelian bank untuk pembentukan bank digital. Akan tetapi kita akan terus kaji semua opsi strategi untuk perluasan layanan digital banking," ujarnya pada kesempatan serupa.

Dirinya menjelaskan, inovasi serta akselerasi digital Bank Mandiri juga telah membuahkan hasil positif. Digitalisasi layanan melalui aplikasi Livin' by Mandiri sampai Juni 2021 mencatat 7,8 juta pengguna, meningkat 45 persen dari periode setahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, transaksi finansial Livin by Mandiri mencatatkan kenaikan sebesar 65 persen secara year on year (yoy) menjadi 434,9 juta transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp 728,9 triliun per Juni 2021. Menyadari potensi keuangan digital yang masih luas, Bank Mandiri pada tahun ini tengah melakukan pengembangan solusi digital guna mendorong pertumbuhan transaksi digital nasabah dengan memberikan solusi kemudahan digital, baik bagi kebutuhan perusahaan mapun individual.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA