Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Pique Sebut Bartomeu Sebagai Presiden Terburuk Barcelona

Rabu 08 Sep 2021 02:54 WIB

Rep: reja irfa widodo/ Red: Muhammad Akbar

Gerard Pique dari Barcelona bereaksi selama babak 16 besar Liga Champions, pertandingan sepak bola leg pertama antara FC Barcelona dan Paris Saint-Germain di stadion Camp Nou di Barcelona, ??Spanyol, Selasa, 16 Februari 2021.

Gerard Pique dari Barcelona bereaksi selama babak 16 besar Liga Champions, pertandingan sepak bola leg pertama antara FC Barcelona dan Paris Saint-Germain di stadion Camp Nou di Barcelona, ??Spanyol, Selasa, 16 Februari 2021.

Foto: AP/Joan Monfort
Pique optimistis Barcelona sudah bisa segera bangkit.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Bek tengah Barcelona, Gerard Pique, melontarkan kritik pedas terhadap mantan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu.

Menurut eks bek tengah timnas Spanyol itu, Bartomeu merupakan presiden terburuk di sepanjang sejarah klub asal Katalan tersebut.

Bartomeu memimpin Barcelona selama kurang lebih enam tahun, tepatnya dari Januari 2014 hingga Oktober 2020. Kendati dalam rentang waktu tersebut Barcelona bisa merengkuh empat trofi La Liga, empat titel Copa del Rey, dan satu gelar juara Liga Champions, Bartomeu tetap dianggap menjadi biang keladi keterpurukan Blaugrana.

Utang menggunung, yang mencapai 1 miliar euro, disebut-sebut merupakan buntut kesalahan sosok berusia 58 tahun itu dalam mengelola keuangan klub.

Perekrutan pemain bintang dengan gaji selangit tidak dibarengi dengan kontribusi signifikan pemain-pemain tersebut terhadap permainan Barcelona.

Ujungnya, Barcelona gagal memenuhi persyaratan finansial dari La Liga dan terpaksa kehilangan sang megabintang, Lionel Messi, yang hengkang ke Paris Saint Germain (PSG) dengan status free transfer.

Belum lagi dengan berbagai kontroversi selama Bartemou menjabat sebagai Presiden Barcelona. Pada awal tahun ini, Bartomeu sempat ditahan pihak berwajib lantaran dugaan pencemaran nama baik para penggawa Barcelona di media sosial.

Dalam kasus bertajuk Barcagate itu, Bartomeu diduga mengontrak konsultan untuk merusak nama baik para penggawa Barcelona yang dianggap berseberangan dengan dirinya.

Sosok yang menggantikan Sandro Rossel pada 2014 itu akhirnya mengundurkan diri sebagai Presiden Barcelona pada Oktober 2020 dan meninggalkan Barca dalam kondisi krisis.

Posisi Bartomeu kemudian digantikan Joan Laporta, yang memenangi pemilihan Presiden Barcelona pada awal Maret silam. Dengan semua kontroversi dan warisan yang ditinggalkan Bartomeu, Pique menyebut Bartemou sebagai presiden terburuk Barcelona.

''Saya tidak bisa langsung menyebut dia sebagai presiden terburuk dalam sejarah Barcelona. Namun, dari apa yang telah saya alami, dia tentu masuk ke dalam kategori tersebut,'' kata Pique dalam sebuah program televisi Spanyol seperti dikutip Sports Mole, Selasa (7/9).

Kendati begitu, Pique menyebut, Bartomeu tidak bisa sepenuhnya disalahkan atas berbagai problem dan krisis yang tengah dihadapi Barcelona saat ini. Menurutnya, semua pihak harus ikut bertanggung jawab.

Bek tengah berusia 34 tahun itu pun optimistis Barcelona sudah bisa segera bangkit. ''Kami semua bersalah. Namun, harus diakui, arah perkembangan klub ini tidak sesuai dengan harapan warga Katalan.”

“Saat ini, saya terus berharap dan cukup antusias, lima atau sepuluh tahun mendatang akan menjadi saat-saat yang luar biasa buat klub ini,'' tutur jebolan akademi La Masia tersebut.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA