Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Main Kasar Lawan Persiraja, Dua Pemain PS Pati Dipulangkan

Selasa 07 Sep 2021 15:40 WIB

Red: Fernan Rahadi

Pertandingan persahabatan antara AHHA PS Pati melawan Persiraja Banda Aceh di Jakarta, Senin (6/9). Pertandingan yang diwarnai insiden keributan antarpemain tersebut berakhir 3-0 untuk kemenangan PS Pati.

Pertandingan persahabatan antara AHHA PS Pati melawan Persiraja Banda Aceh di Jakarta, Senin (6/9). Pertandingan yang diwarnai insiden keributan antarpemain tersebut berakhir 3-0 untuk kemenangan PS Pati.

Foto: AHHA PS Pati.
Apa yang diperlihatkan harus diakui memang tidak patut untuk dicontoh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dua pemain AHHA PS Pati terpaksa dipulangkan oleh manajemen dari pemusatan latihan di Jakarta. Keduanya adalah Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun. Hal itu setelah keduanya bermain kasar pada laga persahabatan melawan Persiraja Banda Aceh, Senin (6/9).

"Untuk nama-nama pemain di atas (Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun) kami pulangkan dari pemusatan latihan di Jakarta, karena melakukan hal yang tak pantas dicontoh pada pertandingan persahabatan melawan Persiraja," kata COO AHHA PS Pati, Divo Sashendra, dalam siaran pers, Selasa (7/9).

Dia menjelaskan, ini menjadi bukti tindakan tegas manajemen agar tidak terulang lagi di kemudian hari. "Benar-benar jadi pelajaran untuk pemain agar lebih dapat menjunjung tinggi nilai respek," ujarnya.              

Sementara sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden pada uji coba lawan Persiraja, manajer AHHA PS Pati, Doni Setiabudi bersama Syaiful Indra Cahya menemui manajemen dan pemain Persiraja.

Manajemen AHHA PS Pati diterima oleh Sekretaris tim Persiraja, Rahmat Djailani dan pemain Persijara, M Nadhif di sebuah hotel di kawasan Tangerang. "Chairman, ofisial, dan manajemen tim AHHA PS Pati dari hati terdalam dengan ini memohon maaf kepada pemain, manajemen Persiraja dan tentunya pada masyarakat Indonesia," ucap Doni Setiabudi yang akrab disapa Jalu itu.  

Diakuinya, apa yang diperlihatkan adalah harus diakui memang tidak patut untuk dicontoh yang dilakukan pemannya. Dia menambahkan, Uji coba lawan Persiraja ini memberikan pengalaman dan pelajaran penting untuk timnya. 

"Bahwa respek kepada lawan adalah jauh lebih penting nilainya dibandingkan dengan sebuah kemenangan," kata Jalu. Dia berharap, semoga pengalaman ini dapat membuat AHHA PS Pati lebih dewasa dan dapat makin lebih menjunjung tinggi apa yang disebut dengan respek.

Manajemen Persiraja mengapresiasi kedatangan manajemen Java Army. "Kita menyambut baik, teman-teman AHHA PS Pati datang dan meminta maaf ke M Nadhif. Kemarin pun sebenarnya sudah selesai. Semoga ini bisa jadi pelajaran untuk kedua tim dan juga tim-tim lain," ucap Sekretaris tim Persiraja, Rahmat Djailani. 

Dia menambahkan, kondisi saat ini unsur keselamatan dan kesehatan adalah yang utama. "Mudah-mudahan sepak bola Indonesia makin lebih baik lagi," katanya.

Syaiful Indra Cahya yang bertemu langsung dengan M Nadhif secara jantan memohon maaf. "Saya pribadi mohon maaf atas kejadian kemarin. Semoga ke depannya dapat membuat pribadi saya lebih baik lagi," kata Syaiful Indra Cahya. 

Di sisi lain gelandang Persiraja, M Nadhif juga membuka pintu maaf atas insiden yang terjadi di Pancoran Soccer Field (PSF) Senin kemarin. 

"Alhamdulillah kondisi saya sudah lebih baik dibanding saat kejadian. Saya berterima kasih pada manajemen Persiraja dan manajemen AHHA PS Pati dan bang Syaiful Indra. Terima kasih atas permintaan maafnya. Saya pribadi tentunya memaafkannya," ujar Nadhif.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA