Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Arus Sungai Cidurian yang Terjang 4 Kecamatan Mulai Surut

Selasa 07 Sep 2021 12:34 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto

Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin.

Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin.

Foto: Republika/Nugroho Habibi
Tim Gercep agar turun ke lokasi memberikan sembako bagi warga yang terdampak.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Aliran Sungai Cidurian di Kabupaten Bogor berangsur surut pada Selasa (7/9) pagi, hingga pukul 08.00 WIB. Pada Senin (6/9) petang, debit air sungai Cidurian meningkat dan meluap, hingga mengakibatkan banjir bandang di Kecamatan Jasinga, Cigudeg, Sukajaya dan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Budi Pranowo menjelaskan, meluapnya sungai Cidurian diikarenakan hujan dengan intensitas tinggi, yang melanda Kabupaten Bogor pada Senin (6/9) sore. Meski tidak menyebabkan korban jiwa, sejumlah rumah dan fasilitas umum di empat kecamatan tersebut mengalami kerusakan.

Budi menyebutkan, di Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga terdapat 11 unit rumah terdampak dan satu unit rumah mengalami rusak berat. Selain itu, sebuah tiang listrik terbawa arus air, satu unit jembatan penghubung kampung terputus, serta satu pondok pesantren terdampak.

“Total ada 37 jiwa terdampak, tujuh jiwa mengungsi, dan 50 orang santri pondok pesantren turut terdampak,” kata Budi dalam keterangannya, Selasa (7/9).

Sementara  di Kecamatan Sukajaya, sebuah jembatan penghubung antar wilayah Kampung Urug di Kecamatan Sukajaya, dengan Kampung Nanggela di Kecamatan Nanggung terputus. Saat ini, jembatan sepanjang 20 meter itu belum diperbaiki.

“Jembatan tersebut merupakan salah satu akses penghubung masyarakat setempat. Diperlukan penanganan oleh dinas terkait agar masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa dengan menjaga keamanan dan keselamatan,” ujar Budi.

Di Kecamatan Nanggung, Budi menyebutkan, sejumlah warga dari 10 rumah harus mengungsi karena tinggal di bantaran Sungai Cidurian. Selain itu, jalan sepanjanh 8 meter di Desa Malasari, mengalami longsor.

Selain itu, jembatan penghubung Desa Urug di Kecamatan Sukajaya dan Desa Nanggung di Kecamatan Nanggung, hanyut terbawa arus. Budi mengatakan, sebuah jembatan di Desa Malasari juga terbawa arus banjir. 

“Sebuah jembatan penghubung di Kampung Cigowong, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg juga terputus akibat banjir,” ucapnya.

Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat banjir Sungai Cidurian. Dia pun segera memberi instruksi kepada Camat, BPBD, Tagana, Linmas, dan instansi terkait untuk turun ke lapangan memberikan pertolongan pertama pada korban terdampak, setelah mendapatkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi BPBD.

Ade juga menurunkan tim Bogor Gercep agar turun ke lokasi memberikan sembako bagi warga yang terdampak. Meskipun tidak ada korban jiwa, banjir mengakibatkan robohnya jembatan, serta belasan rumah rusak.

“Mari tingkatkan kewaspadaan kita, di tengah intensitas turunnya hujan yang deras, dan jangan lupa agar terus berdoa agar Allah SWT melindungi kita semua,” pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA