Selasa 07 Sep 2021 09:57 WIB

Jerman Kutuk Dugaan Serangan Siber Rusia Pra-pemilu

Hacker Rusia diyakini berperan dalam kampanye disinformasi yang dijuluki Ghostwriter

Red: Nur Aini
Jerman pada Senin (6/9) mengecam keras dugaan serangan siber Rusia dalam upaya kampanye disinformasi Moskow untuk mempengaruhi hasil pemilihan umum pada 26 September.
Jerman pada Senin (6/9) mengecam keras dugaan serangan siber Rusia dalam upaya kampanye disinformasi Moskow untuk mempengaruhi hasil pemilihan umum pada 26 September.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Jerman pada Senin (6/9) mengecam keras dugaan serangan siber Rusia dalam upaya kampanye disinformasi Moskow untuk mempengaruhi hasil pemilihan umum pada 26 September.

Berbicara pada konferensi pers reguler pemerintah di Berlin, Wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman Andrea Sasse mengatakan serangan siber yang dipimpin Rusia "benar-benar tidak dapat diterima" karena menimbulkan "ancaman bagi keamanan nasional" dan pengaruh buruk pada hubungan bilateral.

Baca Juga

Sasse mengklaim bahwa Jerman memiliki "informasi yang dapat dipercaya" bahwa dinas intelijen militer Rusia berada di balik serangan yang menargetkan pembuat kebijakan Jerman.

"Pemerintah federal (Jerman) mendesak pemerintah Rusia untuk segera menghentikan aktivitas siber ilegal ini," tutur dia.

Sasse juga mengatakan bahwa hacker Rusia diyakini berperan dalam kampanye disinformasi yang dijuluki "Ghostwriter," terkait dengan intelijen militer Rusia. Serangan siber itu menyerang tujuh anggota parlemen Jerman, yang semuanya berasal dari Uni Demokratik Kristen dan Partai Sosial Demokrat (SPD), di samping 31 anggota parlemen negara bagian lainnya, menurut laporan media setempat.

Kementerian Dalam Negeri Jerman memperingatkan pada Juni bahwa pemilu pada September menghadapi risiko menjadi sasaran serangan siber Rusia. Ada peningkatan serangan siber dalam beberapa minggu terakhir, menurut penilaian kementerian itu, yang di antaranya disebut serangan brute force pada akun email untuk mengakses data sensitif.

Dalam laporan tersebut, Kementerian Dalam Negeri mengatakan pihaknya menganggap serangan terhadap partai politik dan lembaga sebagai "ancaman serius" mengingat pemilihan federal yang akan datang.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/jerman-kutuk-dugaan-serangan-siber-rusia-pra-pemilu-september/2357468
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement