Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Taliban Dituding Halangi Warga AS Pulang

Selasa 07 Sep 2021 07:36 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

 Penumpang turun ketika mereka tiba dari Kandahar, di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Ahad (5/9). Beberapa penerbangan domestik telah dilanjutkan di bandara Kabul, dengan Ariana Afghan Airlines yang dikelola negara mengoperasikan penerbangan ke tiga provinsi.

Penumpang turun ketika mereka tiba dari Kandahar, di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Ahad (5/9). Beberapa penerbangan domestik telah dilanjutkan di bandara Kabul, dengan Ariana Afghan Airlines yang dikelola negara mengoperasikan penerbangan ke tiga provinsi.

Foto: AP/Wali Sabawoon
Taliban melarang pesawat itu lepas landas.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON-- Petinggi Komite Hubungan Luar Negeri House of Representative Amerika Serikat (AS) mengatakan sejumlah warga AS mencoba keluar Afghanistan sejak militer AS meninggalkan pesawat di bandara siap berangkat pulang. Tapi Taliban melarang pesawat itu lepas landas.

Anggota House dari Partai Republik Michael McCaul mengatakan ada enam pesawat di Bandara Mazar-e-Sharif dengan warga AS di dalamnya bersama penerjemah Afghanistan mereka. Ia yakin saat ini Taliban 'menahan mereka sebagai sandera'.

Baca Juga

Petugas bandara  Mazar-e-Sharif mengkonfirmasi sejumlah  pesawat sedang parkir. Ia yakin pesawat-pesawat itu yang disewa AS.

Taliban telah mencegah pesawat-pesawat itu lepas landas dengan alasan ingin memeriksa dokumen para penumpang yang banyak di antaranya tidak memiliki paspor atau visa. Petugas bandara tidak dapat mengungkapkan identitasnya karena sensitivitasnya isu ini.  

Di program televisi Fox News Sunday, McCaul mengatakan Taliban sudah mengajukan permintaan. Ia tidak memberikan detail lebih lanjut tapi McCaul mengaku ia khawatir.

"Mereka akan terus mengajukan permintaan entah itu uang atau legitimasi sebagai pemerintah Afghanistan," katanya.

Ia mengatakan pesawat itu sudah di bandara Mazar-e-Sharif selama 'beberapa hari terakhir.' 

sumber : AP
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA