Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Mahasiswa UMM Kreasikan Tumbler Budaya Madura

Selasa 07 Sep 2021 00:58 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengkreasikan tumbler bernuansa budaya Madura.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengkreasikan tumbler bernuansa budaya Madura.

Foto: dok. Humas UMM
Kreasi tumbler bernuansa budaya Madura bernama tumbler Pacenan

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Tak mudah terurai membuat limbah plastik menjadi ancaman  menakutkan bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Oleh karena itu, beberapa tahun belakangan banyak orang menyuarakan penggunakan tumbler untuk mengurangi pemakaian botol plastik sekali pakai.

Untuk mendukung aksi tersebut, sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengkreasikan tumbler bernuansa budaya Madura. Kreasi ini dinamakan tumbler pacenan.

Salah satu anggota tim, Rudi mengatakan, masyarakat sudah saatnya menjadikan tumbler sebagai bagian dari gaya hidup. Ini merupakan hal mendesak untuk dilakukan demi menjaga keberlangsungan lingkungan.

Tidak hanya menjaga lingkungan, Rudi dan tim juga berupaya untuk melestarikan bahasa serta budaya Madura lewat tumbler kreasinya. Hal itu dilakukan karena melihat semakin menurunnya penggunaan bahasa dan nilai-nilai kearifan lokal di Madura. 

Pada tahap ini, dia dan tim menggabungkan unsur modern dan tradisional. Modern dari spesifikasi bahan serta proses produksinya sedangkan sisi tradisional berupa desain yang mencantumkan peribahasa Madura beserta artinya. "Penggunaan peribahasa dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada kawula muda,” kata mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia tersebut.

Rudi melanjutkan tumbler pacenan ini menggunakan bahan stainless steel dengan ketahanan suhu kurang lebih delapan jam. Menariknya, tumbler ini dilengkapi dengan Light Emitting Diode (LED) pengukur suhu, sehingga bisa diketahui berapa suhu air yang ada di dalamnya. Sementara peribahasa Madura dicetak dengan menggunakan teknik printing ultraviolet (UV) dan grafis laser.

Selain itu, sebagai bagian dari visi edukasi, tumbler ini juga dilengkapi dengan barcode yang terhubung ke website. "Di website ini, kami menyediakan berbagai informasi tentang bahasa dan budaya Madura,” ucap Rudi dalam pesan resmi yang diterima Republika, Senin (6/9).

Dengan adanya tumbler, Rudi berharap dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Di samping itu juga dapat melestarikan bahasa Madura dan memberikan edukasi nilai-nilai karakter Madura bagi generasi penerus bangsa. 

Selanjutnya, tim akan terus mengembangkan produknya melalui penambahan fitur GPS. Kemudian memperluas varian produk seperti kaos bernuansa kearifan lokal Madura. Dengan begitu, keberadaan tumbler Pacenan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal, baik pada aspek lingkungan, pendidikan, budaya, maupun ekonomi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA