Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Enam Kecamatan di Boyolali Rawan Kekeringan

Senin 06 Sep 2021 18:16 WIB

Red: Agus raharjo

Kawanan burung kuntul mencari ikan di kubangan air yang tersisa di dasar Waduk Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Ahad (11/10/2020).(Ilustrasi)

Kawanan burung kuntul mencari ikan di kubangan air yang tersisa di dasar Waduk Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Ahad (11/10/2020).(Ilustrasi)

Foto: ANTARA/Siswowidodo
Warga Desa Lanjaran sudah membeli air bersih sejak April 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali di Jawa Tengah, telah memetakan ada enam kecamatan di wilayahnya yang masuk daerah rawan kekeringan ketika musim kemarau tiba. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo mengaku sudah ada enam kecamatan yang meminta bantuan air bersih.

"Kami sudah melakukan dropping air bersih untuk masyarakat yang membutuhkan, di daerah rawan kekeringan sejak pekan lalu hingga sekarang," ujarnya, Senin (6/9).

Enam daerah yang rawan kekurangan air bersih, yakni Kecamatan Juwangi, Wonosegoro, Wonosamudro, Kemusu, Selo, dan Tamansari. "Kami akan merapatkan droping air bersih untuk masyarakat daerah rawan kekeringan yang membutuhkan bantuan, pada Rabu (8/9)," katanya.

Sementara itu, Legiyem, salah satu warga Desa Lanjaran Kecamatan Tamansari Boyolali mengatakan warga Desa Lanjaran sudah banyak yang membeli air bersih sejak April hingga sekarang. Air bersih itu, untuk kebutuhan sehari-hari dan digunakan memberi minum ternak sapi. Keluarganya selama ini, hanya mengandalkan air hujan yang ditampung dalam bak air.

"Kami mengandalkan air hujan. Sejak April sudah tidak ada hujan, jadi kami mulai kesulitan aiar bersih. Karena, air hujan di tampungan dimanfaatkan untuk memasak, mencuci, dan kebutuhan sehari-hari termasuk buat ternak," katanya.

Bahkan, keluarganya selama kemarau ini, sudah membeli 10 tangki air ukaran 6.000 liter. Harga air satu hingga Rp 130 ribu/tangki dan Rp 250 ribu untuk dua tangki. Dua tangki air untuk kebutuhan sehari-hari habis dalam dua pekan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA