Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Baru 0,38 Persen Nakes di Kota Depok Divaksin Booster

Senin 06 Sep 2021 12:49 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Erik Purnama Putra

Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Foto: Republika/Rusdy Nurdiansyah
Warga Depok yang sudah divaksin dosis pertama di angka 537.091 orang (33,28 persen).

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok baru melakukan vaksinasi booster atau suntikan ketiga dengan vaksin jenis Moderna kepada 6.103 orang tenaga kesehatan (nakes). Angka itu sekitar 0,38 persen dari total nakes di Kota Depok

"Berdasarkan realisasi program vaksinasi, sebanyak 6.103 atau 0,38 nakes di Kota Depok sudah mendapatkan vaksin dosis ketiga dengan gunakan jenis vaksin Moderna," ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris di Kota Depok, Jawa Barat, Senn (6/9).

Menurut Idris, percepatan vaksinasi terus digelar dalam upaya mencapai target herd immunity di masyarakat. Sampai saat ini, sebanyak 33,28 persen atau 537.091 orang telah mendapatkan dosis pertama. Kemudian, pada dosis kedua, 21,68 persen atau 349.978 orang telah divaksin

"Kami bersama TNI/Polri cukup gencar melakukan berbagai pelayanan vaksinasi. Sasarannya berjumlah 1.613.557 orang yang menjadi target untuk divaksin," jelasnya.

Idris mengatakan, beragam program pelayanan vaksinasi yang telah dilaksanakan menggunakan jenis Coronavac, Sinopharm, Sinovac, Moderna, Astrazeneca dan Pfizer. Beberapa program. di antaranya Depok Vaksinasi Jemput Warga (D’Vajar), Pos Vaksinasi, Vaksinasi Keliling, Sentra Vaksinasi, Vaksinasi TNI/Polri, hingga Gebyar Vaksinasi di 11 kecamatan se-kota Depok dengan vaksin Pfizer sasaran 1.000 dosis per hari per kecamatan.

"Saya apresiasi atas animo masyarakat Kota Depok untuk divaksin. Besarnya partisipasi masyarakat dapat menentukan capaian vaksinasi dengan target mencapai 70 persen di Oktober 2021," terangnya. (Rusdy Nurdiansyah)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA