Sunday, 14 Rajab 1444 / 05 February 2023

India Kembali Temukan Kasus Virus Nipah

Ahad 05 Sep 2021 16:22 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Kelelawar buah yang terinfeksi menjadi salah satu penyebab penyebaran virus Nipah.

Kelelawar buah yang terinfeksi menjadi salah satu penyebab penyebaran virus Nipah.

Foto: EPA
Virus Nipah juga pernah menyebar di Negara Bagian Benggala Barat pada 2001 dan 2007

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI – Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun di Negara Bagian Kerala, India meninggal akibat virus Nipah. Sebelumnya virus tersebut telah menyerang dua distrik di Kozhikode serta Malappuram pada Mei-Juni 2018 dan menyebabkan 15 kematian.

"Kasus dugaan virus Nipah, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang menunjukkan gejala Ensefalitis dan Miokarditis dilaporkan pada 3 September dari distrik Kozhikode di Kerala," kata kementerian kesehatan federal India pada Ahad (5/9) dikutip laman the Straits Times.

Baca Juga

Saat dilaporkan, anak lelaki itu sempat menjalani perawatan di rumah sakit, tapi tak tertolong. Merespons kejadian tersebut, tim dari Pusat Pengendalian Penyakit Nasional India diutus ke Kerala.

Tim itu akan memberikan dukungan teknis kepada otoritas kesehatan di sana. Pemerintah federal telah menyarankan beberapa tindakan kesehatan masyarakat segera. Hal itu termasuk pencarian kasus aktif di daerah dengan topografi serupa, terutama di distrik Malappuram.

Pemerintah juga mengeluarkan arahan agar pelacakan kontak dilakukan dalam 12 hari terakhir. Mereka yang menjalin kontak dengan orang terduga terinfeksi harus menjalani karantina ketat atau isolasi. Selanjutnya pihak laboratorium akan melakukan pengambilan sampel.

Saat ini Kerala masih berjuang mengendalikan penyebaran Covid-19. Sekitar 70 persen dari total kasus Covid-19 yang tercatat di India berasal dari wilayah tersebut. Pada Ahad, sebanyak 29.682 kasus baru virus corona dan 142 kematian dilaporkan dari negara bagian selatan saja.

Terkait wabah Nipah, virus itu juga pernah menyebar di Negara Bagian Benggala Barat pada 2001 dan 2007. Lebih dari 50 warga meninggal setelah terpapar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA